Oleh humas on January 22, 2020

Jakarta (22/1) -- Kementeriaan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam hal ini Kedeputian Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK menerima kunjungan 100 orang mahasiswa dan mahasiswi serta 2 orang dosen pendamping dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). 

Kunjungan dari para mahasiswa dan mahasiswi UMM ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan terkait pengembangan dan peningkatan perlindungan kepada perempuan dan anak. Selain itu, kunjungan dilakukan untuk mengetahui usaha apa saja yang telah dilakukan oleh Kemenko PMK dalam melakukan perlindungan kepada perempuan dan anak.

Agenda kunjungan dilakukan dengan konsep kuliah umum dan pemaparan materi oleh Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Ghafur Dharmaputra. Selain Ghafur, para pejabat lain turut mengisi kuliah umum, yaitu: Plt. Asdep bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga dan Asdep Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Marwan Syaukani, Asdep Pemberdayaan Perempuan Wagiran, Asdep Pemenuhan Hak dan Perlindungan Perempuan Roos Diana Iskandar, dan Staff Ahli bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Aris Darmansyah.

Ghafur menjelaskan satu persatu bidang yang diurus oleh Kemenko PMK mulai dari isu-isu yang menjadi fokus Kemenko PMK, Kementerian dibawah koordinasi oleh Kemenko PMK, dan beberapa kedeputian dibawah Kemenko PMK. 

Untuk isu dan permasalahan dibawah kedeputiannya, menurut Ghafur bukan hanya sekedar membahas perempuan dan anak saja. Tetapi mencakup banyak hal. 

"Mulai dari kesejahteraan keluarga, pengarusutamaan gender, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, pencegahan pernikahan dini, pemenuhan hak anak, pemberdayaan perempuan di semua bidang pembangunan, dan keterwakilan perempuaan di politik," jelas Ghafur kepada para mahasiswa dan mahasiswi UMM di ruang rapat lantai 14 Kemenko PMK.

Menurut Ghafur, banyak hambatan dan tantangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tetapi menurutnya hal tersebut akan bisa diselesaikan apabila koordinasi antar kementerian dan lembaga bisa berjalan dengan baik. Ghafur mengatakan, tujuan besar yang ingin dicapai oleh kedeputiannya adalah untuk mencapai Sustainable Developments Goal 2030 dalam hal kesetaraan gender.

Penyampaian materi oleh Ghafur kemudian disemarakkan pula oleh sesi tanya jawab oleh para mahasiswa dan mahasiswi. Satu persatu dari mereka mulai memberikan pertanyaan terkait tema hingga di luar tema. 

Ada yang menanyakan soal pengembangan minat bakat anak-anak, soal perdagangan orang yang masih marak, hingga keberhasilan visi revolusi mental oleh pemerintah saat ini. Ghafur dan pejabat terkait menjawab pertanyaan dari para mahasiswa dan mahasiswi dengan jelas. 

Usai penyampaian materi dan sesi tanya jawab, Ghafur meminta kepada pihak universitas serta para mahasiswa dan mahasiswi sebagai civitas akademis dan intelektual agar turut andil dalam memiliki mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.

"Pemerintah mendorong universitas meningkatkan perlindungan perempuan dan anak dengan menghilangkan budaya patriarki khususnya di kampus, menciptakan lingkungan ramah gender, dan juga bisa andil memberikan rekomendasi kebijakan," tandas Ghafur.