Oleh humas on December 16, 2019

Foto : 

  • Ponco Suharyanto

Jakarta (16/12) – Kemenko PMK melalui Keasdepan Kepemudaan menyelenggarakan rakor terkait pembinaan dan pengembangan gugus depan yang berpangkalan di sekolah. Hal ini sebagai bentuk peningkatan koordinasi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan kepramukaan melalui gugus depan (Gudep). 

Rakor yang dipimpin oleh Asdep Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK lantai 14. Isu yang yang dibahas terkait tata kelola kelembagaan, SDM Pembina serta kurikulum pembinaan pada gugus depan. Alfredo dalam kesempatan ini mengatakan, rakor bertujuan untuk memperoleh masukan terkait tata kelola kelembagaan, SDM Pembina serta kurikulum pembinaan pada gugus depan.

Dalam hal tata kelola kelembagaan gudep, isu yang menyeruak terkait oragnisasi gudep, sarana dan prasaranan latihan hingga pengelolaan anggaran. Pada SDM gudep juga masih terdapat rendahnya rasio Pembina terhadap peserta didik serta rendahnya kompensasi untuk Pembina pramuka terutama untuk non ASN. Adapula rendahnya keikutsertaan Pembina dan calon Pembina mengikuti kursus-kursus dan pelatihan yang ditetapkan serta minimnya pelibatan potensi SDM dari masyarakat sekitar. Sedangkan dari sisi kurikulum pendidikan gudep, materi dirasa kurang adaptif, belum ada bahan seserahan (Modul, buku acuan dan lainnya) yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan karakter siswa. Termasuk adanya model blok yang cenderung melahirkan semacam ‘EO’ perkemahan dengan model yang beragam. Kemenko PMK sendiri mengkoordinasikan Kementerian/ Lembaga terkait untuk menghasilkan alternatif kebijakannya. 

Hadir dalam rapat kali ini, perwakilan dari Bappenas, Kemenpora, Kemendagri, Kemenkeu, Setkab, Kemendikbud, Kemenag, Kemenristekdikti, serta Kwarnas Gerakan Pramuka.

Reporter: 

  • Ponco Suharyanto