Oleh humas on May 17, 2018

Jakarta (17/05) – Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, T. B Choesni, hari ini bertemu dengan Advisor Gender & Social Inclusion PROSPERA, Dr. Nadja Jacubowski Torres.

PROSPERA adalah program ekonomi baru Pemerintah Australia, yang sudah mulai efektif sejak bulan Maret 2018. Tujuan PROSPERA adalah mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan institusi dan kebijakan yang lebih efektif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan dan inklusif serta kinerja sektor publik yang lebih baik. PROSPERA adalah kelanjutan dari program tata kelola ekonomi yang dimulai kembali setelah Krisis Keuangan Asia 1998.

Saat ini PROSPERA tengah mengembangkan rencana strategis untuk 5 tahun ke depan dengan target kelompok-kelompok marginal. Hal ini sejalan dengan tugas Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial yang adalah melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, dan pelaporan yang terkait dengan isu di bidang pemberdayaan disabilitas dan lanjut usia.

Berdasarkan hal tersebut, dalam rapat ini, dibahas kemungkinan-kemungkinan adanya kerjasama antara Kemenko PMK dengan Pemerintah Australia, dan juga The Asia Foundation. Hadir dalam kesempatan ini perwakilan Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK dan The Asia Foundation. (olv)