Oleh humasnew on January 10, 2018

Jakarta (10/01)--- Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, pagi tadi memimpin sekaligus memberikan arahan dalam rapat koordinasi mengenai evaluasi Sistem Informasi Manajemen Program Keluarga Harapan (SIMPKH) di ruang rapat lt.4 gedung Kemenko PMK, Jakarta. Rakor dihadiri pula oleh K/L terkait terutama dari Kementerian Sosial selaku Pelaksana Program.

Dalam pengantarnya, Choesni kembali mengingatkan bahwa Program Keluarga Harapan diketahui paling berdampak terhadap upaya Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, demikian pula dengan terus menurunnya angka ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan penggunaan SIM, menurut Choesni, maka menjadi penting bagi berjalannya PKH karena SIM dapat memastikan ketepatan data dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Dengan SIM juga kita jadi dimudahkan untuk mem-programming, meng-implementasi, dan me-monitoring serta evaluasi PKH ini,” tambahnya.

Berdasarkan paparan Kementerian Sosial, secara keseluruhan PKH di tahun 2017 disalurkan sebesar 103,80 persen dengan jumlah realisasi KPM sebanyak 6.228.810 dari target semula yang hanya 6.000.000 KPM. Angka 6.228.810 KPM itu kemudian di tahun 2018 ini akan digenapkan menjadi 10 juta KPM dan tengah diproses validasinya sebelum siap disalurkan pada minggu pertama Februari nanti. Data yang siap divalidasi itu tentu menggunakan Sistem Informasi Manajemen yang sepenuhnya melibatkan tenaga pendamping di lapangan. Dalam rakor ini juga diperkenalkan SIMPKH terbaru berbasis Android yang diketahui dapat makin mempermudah kerja validasi tenaga-tenaga pendamping, bahkan hasilnya dapat se-segera mungkin atau real-time.

SIM terbaru berbasis Android itu bernama e-PKH atau yang nanti akan dikenal sebagai aplikasi operasional bisnis PKH sebagai pengganti SIMPKH yang dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebijakan PKH saat ini sehingga perlu dibangun aplikasi baru. e-PKH adalah aplikasi mobile dengan basis android dan aplikasi berbasis website. (*)