Oleh humas on December 06, 2019

Jakarta (6/12) -- Kemenko PMK jumat ini menggelar rakornis  terkait dengan evaluasi Program Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA) 2019 dan pemantapan Program Kegiatan GN-AKSA 2020. Rapat dipimpin oleh Ghafur Dharmaputra Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK.

Deputi Ghafur  mengatakan tahun 2020 semua stakeholder  harus berkomitmen yang tinggi dan beraksi yang lebih cepat. GN AKSA 2020 juga harus sering diadakan sebagai upaya pemerintah benar-benar melindungi anak dan menekan kasus anak.  Pasalnya hal ini sesuai inpres GN AKSA Laporan per 3 bulan bisa disampaikan ke Menko PMK dan Presiden.

Menyusun program GN-AKSA 2020 menjadi rumusan dari rakor ini dan diharapkan juga laporan tahun 2019 harus lebih baik dari 2018. Laporan GN AKSA Tahun 2019 Kementerian/Lembaga mencatat detail gerakan GN AKSA dan evaluasi dengan lebih komprehensif serta merefleksikan gerakan GN-AKSA. Data angka pun harus mempunyai target penyerahan laporan GN AKSA dari masing-masing K/L. 

Hadir dalam rapat, perwakilan  Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian PPPA, Kementerian Kesehatan, Direktorat pendidikan keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial,UPPA Bareskrim Polri,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Direktorat sinkronisasi urusan PemdaKemendagri, Direktorat Perlindungan Anak Bappenas,Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) serta perwakilan Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan