Oleh humas on May 25, 2018

Siaran Pers Nomor: 112/Humas PMK/V/2018
Menko PMK: Semangat Kebangkitan Nasional Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta (23/03) – Menko PMK, Puan Maharani mengajak peserta diskusi terbatas untuk memaknakan Kebangkitan Nasional sebagai Bangkitnya Mental untuk Mengedepankan Kepentingan Nasional. “Mari kita hayati kebangkitan nasional bukan hanya  hari untuk diperingati, tapi semangat yang terpatri dan dihidupkan tiap hari karena ia adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045 nanti,” ujar Menko PMK, Puan Maharani sebagai keynote speaker pada diskusi terbatas Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045, di Gd. Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. 
Menko PMK menjelaskan, Indonesia Emas 2045 bertumpu pada kebangkitan empat pilar. Pertama, pembangunan SDM dan penguasaan IPTEK. Kedua, pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Ketiga, pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Indonesia, dan yang keempat, perbaikan tatakelola pemerintah. Untuk dapat meningkatkan angkatan kerja lulusan pendidikan tinggi yang saat ini masih 12%, tidak bisa hanya berharap pada daya serap industri dan regenerasi di setiap institusi. Menko PMK menekankan, dua hal pendidikan tinggi harus terkonsentrasi pada penguasaan Iptek yang harus disejajarkan dengan kemampuan sumber daya manusia dalam menggali potensi daerah dan membaca dinamika pasar. Selanjutnya, penguasaan Iptek sejajar dengan daya cipta dan karya, membutuhkan mental wirausaha sebagai bekal revolusi industry 4.0. Sehingga perguruan tinggi dapat melahirkan sarjana bukan hanya sebagai pencar kerja, tapi juga pencetak lapangan kerja. 
Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi akan bangkit dan berkelanjutaan saat bangsa ini mampu menghadapi ekonomi global. Menurut Menko PMK, hal itu bisa menjadi jalan lapang penetrasi industri global ke pasar nasional atau menjadi gerbang industri nasional berekspansi ke pasar global. Dengan 132 juta pengguna internet dan 106 juta diantaranya aktif di media sosial, Pemerintah menargetkan, Indonesia pada tahun 2020 di Asia Tenggara menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar, bukan hanya menjadi pasar besar. “Pertumbuhan kita akan bangkit dan merata jika kita mampu menghindarkan bonus demografi Indonesia pada periode 2030-2045 dari bencana demografi dalam wujud pengangguran dan kesenjangan. Program Indonesia Pintar, beasiswa LPDP, Bidikmisi, ADik, PPA dan Beasiswa Unggulan merupakan usaha nyata negara memberi akses pada kesempatan dalam meningkatkan kecerdasan dan keahlian yang merata,” Tegas Menko PMK. 
Menko PMK berharap melalui diskusi ini ada implementasi dan gotong royong dari semua elemen bangsa khususnya anak muda untuk dapat meneruskan apa yang menjadi cita cita Indonesia selama ini. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih; Para Anggota Dewan Pertimbangan Presiden; Para Mahasiswa; dan Peserta Diskusi.
************************
Bagian Humas dan Perpustakaan,
Biro Hukum, Informasi dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaanroinfohumas@kemenkopmk.go.idwww.kemenkopmk.go.id
Twitter @kemenkopmk