Oleh humas on June 04, 2018

Siaran Pers Nomor: 116/Humas PMK/V/2018
Buka Puasa Bersama Tokoh Lintas Agama, Menko PMK Ajak Dialog untuk Pelihara Keberagaman
Jakarta (30/05)--- Masalah perbedaan yang terus menggema dan meluas semakin lama dikhawatirkan dapat menggerus rasa nasionalisme dan persatuan bangsa. Indonesia yang indah dengan keberagamaannya mulai terancam keberlangsungannya hanya karena kepentingan politis kelompok tertentu yang saat ini cenderung menjadikan agama sebagai “barang dagangan” demi menjaring simpati publik. 
Maka, para guru bangsa di suatu masa pernah berkumpul lalu saling bertukar pemikiran. Mereka kemudian sepakat bahwa untuk merawat dan memperkuat keberagaman Indonesia adalah dengan dialog. Menyatukan keberagaman Indonesia dengan saling diskusi dan bertukar pikiran. Forum dialog dan diskusi mendalam tentang kebangsaan itu lalu diberi nama Majelis Reboan.  
Forum dialog semacam Majelis Reboan yang punya semangat memelihara keberagaman dan menjaga persatuan bangsa ini, diakui Menko PMK tentu patut didukung secara penuh apalagi dalam diskusinya selalu coba merangkul dan mengajak berkumpul pula lintas agama yang ada.
“Semoga forum diskusi semacam ini dapat terus ada karena harapan kita semua adalah segala keberagaman Indonesia ini dapat terus dipelihara,” kata Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutan singkatnya sebagai Tuan Rumah untuk Majelis Reboan kali ini. 
“Semoga dengan acara ini, sambil buka puasa bersama, kita tandai pula kebangkitan Majelis Reboan selaku pemelihara keberagaman Indonesia,” kata Menko PMK menutup sambutannya.
Menurut sejarahnya, sebagai Guru Bangsa, Gus Dur dan Cak Nur sudah lama saling kenal. Keduanya saling asah gagasan dalam forum yang diberi nama Majelis Reboan. Sebuah forum yang lahir sebagai bentuk arus sungai kecil yang membutuhkan saluran untuk mengalir alamiah.
Perihal kebebasan berpikir untuk saling asah gagasan jelas menjadi keutamaan perihal kebebasan berpikir untuk saling asah gagasan jelas menjadi keutamaan Majlis Reboan. Selain Gus Dur dan Cak Nur, Majelis Reboan juga mengumpulkan para tokoh lintas agama dan  kaum intelektual. Mereka semua berkumpul dan menamakan diri sebagai teman sealiran, sepemikiran dan seide.
Acara Majelis Reboan pada Rabu petang ini mengambil tema puasa dan maknanya berdasarkan perspektif masing-masing agama dan mengambil tempat di rumah dinas Menko PMK, Jl. Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan. Turut hadir dalam acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini antara lain Wakapolri, Syafruddin; Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah; Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih; Ketua ICMI, Jimly Asshidiqie; Anggota Wantimpres,  Sidarto Danusubroto; Para Penggiat Majelis Reboan antara lain: Hajrianto Thohari, Aristides Katoppo, Yenny Wahid, Elza Pedi Taher, T. Rahmita Utami, Nasihin Masa, Teguh Joewarno, Erick Satria wardhana, Pdt. Rasid Rahman, Hamid Basyaib, Ricki Rahmad, Pratiwi Tadja, Hilmi Rahman, penggiat Paramadina; dan para pemimpin redaksi media cetak, online, dan elektronik nasional. (*)
*********************
*Bagian Humas & Perpustakaan*,
*Kementerian Koordinator Bidang *Pembangunan Manusia dan Kebudayaan*
*roinfohumas@kemenkopmk.go.id*
*www.kemenkopmk.go.id*
*Twitter@kemenkopmk*
*IG: kemenko_pmk*
*Fb: @kemenkopmkRI*