Oleh humasnew on March 26, 2018

Jakarta (26/3) - Salah satu prioritas program pemerintah yang akan diperkuat dan dipertajam ke depan adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan erat dengan pendidikan, keterampilan, dan keahlian. Peningkatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan Nasional Tahun 2018 dan Peresmian Perpustakaan Digital Wakil Presiden di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, Senin (26/3).

"Peningkatan kapasitas SDM, erat kaitannya dengan literasi. Melalui literasi, pengetahuan, keterampilan, dan keahlian dapat terus ditingkatkan dan berdaya saing," ujar Menko PMK.

Disampaikan Menko PMK, hasil penelitian Perpustakaan Nasional Tahun 2017 menunjukkan bahwa frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata 3-4 kali per minggu dengan lama waktu membaca per hari rata-rata hanya 30-59 menit. Sementara jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5–9 buku. Data ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat harus ditingkatkan. Salah satunya dengan memfasilitasi kebutuhan buku masyarakat.

"Di dalam situasi literasi masyarakat Indonesia yang masih rendah tersebut, perpustakaan harus dapat mengambil peran yang tepat. Perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, dapat juga dikembangkan untuk memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan berbasis literasi, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat", ujar Menko PMK.

Ditambahkan Menko PMK, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat saat ini, harus dapat dimanfaatkan perpustakaan dalam mempercepat diseminasi ilmu pengetahuan dan meningkatkan literasi Indonesia.

"Ke depan, perpustakaan nasional dapat berperan menjadi Big Data Indonesia, tidak hanya seperti yahoo ataupun google, sebagai mesin pencari, tetapi juga menyediakan platform data dan analisanya," tambah Menko PMK.

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga ingatkan agar perpustakaan nasional tidak hanya megah gedungnya tetapi juga ramai pengunjungnya. Tantangannya adalah bagaimana menarik minat anak-anak Indonesia untuk datang ke perpustakaan.

"Oleh karena itu, perlu juga dipikirkan upaya “Gerakan Gemar Membaca”, untuk anak-anak usia dini agar mereka tertarik dan gemar membaca," tambah Menko PMK.

Melihat video singkat JK Cinta Damai yang menayangkan kontribusi Wapres Jusuf Kalla dalam menciptakan perdamaian Indonesia, Menko PMK juga mengingatkan kepada masyarakat agar jangan sekali-kali melupakan sejarah. Menko PMK juga berharap rakornas dapat menghasilkan kebijakan dan program kegiatan yang dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat unggulan untuk kemajuan bangsa.

Acara yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ini, selain Menko PMK hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Categories: