Oleh humas2 on April 07, 2017

Jakarta (07/04) – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK), YB. Satya Sananugraha, mewakili Menko PMK, Puan Maharani pagi ini secara resmi membuka Pre Even Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) yang diselenggarakan di Aula Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Turut hadir dalam acara ini Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Bupati Brebes Idza Priyanti,  dan Walikota Tegal  Siti Marsitha Soeparno.

Dalam sambutannya, Seskemenko PMK menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan globalisasi, bahwa keberadaan produk-produk budaya kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang menyediakan harapan dan sekaligus menyimpan tantangan. Untuk itu kita harus  mampu menyikapi era globalisasi tersebut, dengan sikap yang lebih mawas diri serta membangun sinergitas antar komponen bangsa, dalam bergotong royong memperkuat kedaulatan, kemandirian, dan kepribadian bangsa.

Menurutnya, Penyelenggaraan PPBI 2017 merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam  memberikan dorongan kemajuan pada sektor produk kreatif berbasiskan budaya, dengan harapan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk budaya kita dalam rangka memperkuat perekonomian rakyat. “Sebagaimana kita ketahui bersama, produk –produk budaya kita sangat beragam, seperti batik, kain, tenun, jamu, kuliner, seni tari, seni lukis, seni patung, seni ukir dan lain sebagainya, telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.  Perkembangan jaman menuntut Produk budaya ini tidak hanya sebagai ekspresi nilai budaya tetapi juga dituntut dapat memiliki nilai ekonomis sehingga dapat bertahan dalam perkembangan dan tuntutan jama,”terang Seskemenko PMK.

Lebih lanjut, menurut Seskemenko PMK, tantangan yang dihadapi usaha rakyat berbasis budaya pada umumnya adalah masalah permodalan, pemasaran, kualitas kemasan dan inovasi. Pemerintah dan berbagai pihak memiliki peran yang dapat ikut membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Melalui kegiatan PPBI diharapkan berbagai pemangku kepentingan dapat saling memperkuat kapasitasnya. Diakhir sambutannya, Seskemenko PMK mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan dan Panitia yang terlibat, agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan PPBI pada tahun 2017 ini. “Penyelenggaraan Pre Event PPBI 2017 yang diselenggarakan pada hari ini, dapat menjadi momentum dalam mengajak partisipasi semua pihak untuk ikut dalam penyelenggaraan PPBI 2017 yang akan dillaksanakan pada tanggal 25-29 Oktober 2017 di Jakarta,” harap Seskemenko PMK.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK, yang juga dalam kegiatan ini didapuk sebagai Ketua Penyelenggaraan PPBI 2017, I Nyoman Shuida, melaporkan beberapa hal.    Terkait dengan tema acara, tema dari penyelenggaraan PPBI Tahun 2017 adalah Yang Berbudaya, yang Mandiri dengan sub tema ”Bangga Budaya Indonesia”.  Hal ini mengisyaratkan bahwa hanya dengan berbudaya maka kemandirian bangsa akan tercipta sesuai dengan kharakter bangsa Indonesia. Dan untuk menjadikan kita berbudaya dan mandiri, maka diperlukan suatu pendekatan bagaimana kita agar mencintai, mengkonsumsi dan menghargai produk budaya melalui pendekatan bangga budaya Indonesia. 

Menurut Shuida, kegiatan PPBI akan kembali diselenggarakan, penyelenggaraan PPBI digelar sejak tahun 2007. Tahun ini PPBI memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-11. Sebelum pelaksanaan PPBI 2017 yang menurut rencana akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, hari ini diadakan Pre Event PPBI yang bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Berbagai kesenian khas Indonesia, seperti wayang golek, angklung, hingga kolintang menghiasi acara yang sangat meriah ini.

Pelaksanaan PPBI Tahun 2017 direncanakan akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, 25-29 Oktober 2017, di Plaza Epicentrum Jakarta dengan prinsip gotong royong. Peserta yang diundang meliputi:  Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), Dunia Usaha (BUMN/Swasta Nasional), komunitas masyarakat, dan media.  Adapun kegiatan yang akan dilakukan rencananya akan terdiri dari 3 (tiga) kegiatan utama, yaitu: Pameran, Gelar Seni & Budaya, dan Forum Kebudayaan. Selain itu juga akan diadakan lomba, karnaval, dan kegiatan sosial. Maskot PPBI 2017 adalah ”Badak Bercula Satu” atau yang disingkat namanya ”Bacula”. Pemilihan maskot ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia sangat peduli akan pelestarian dan pengelolaan warisan budaya dan alam dunia yang salah satunya adalah Taman Nasional Ujung Kulon dengan spesies kuncinya Badak Bercula Satu.

Penyelenggaraan PPBI tahun 2016 dapat menjadi cermin dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraannya di tahun 2017. Pekan Produk Budaya Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun hendaknya bukan berhenti pada kegiatan seremonial, akan tetapi dapat memberikan kontribusi dalam memberikan motivasi,  inspirasi, penguatan kelembagaan, dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kualitas perekonomian rakyat berbasis budaya. (olv)

 

Categories: