Oleh humas2 on April 05, 2017

Jakarta (05/04) -- Indonesia adalah negara Kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut 2/3 dari total luas wilayahnya dan merupakan negara penghasil ikan terbesar di dunia. Namun, sebagai negara maritim yang mempunyai  sumber daya ikan yang melimpah, ikan masih belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber ketahanan pangan dan gizi nasional. ​​​​​​​​​​         

Data Global Nutrition Report Tahun 2014 memperlihatkan, Indonesia termasuk di dalam 17 negara di antara 117 negara yang mempunyai ketiga masalah gizi. Sebanyak 37,2 persen masyarakat Indonesia menderita stunting, 12,1 persen wasting, dan 11,9 persen overweight. Menindaklanjuti permintaan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, hari ini diadakan rapat di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan I Nyoman Shuida. Rapat bertujuan untuk memunculkan upaya peningkatan konsumsi ikan melalui partisipasi publik, co-ownership dan sinergitas antar Kementerian/Lembaga dalam melaksanakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), perlu dilakukan Perjanjian Kerjasama Antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Deputi Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan). ​​​

​​​​​Kerjasama dilakukan dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Program Nasional GEMARIKAN kepada Kementerian/Lembaga guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, kuat dan cerdas sekaligus mendukung kesuksesan program ketahanan pangan dan gizi nasional. Adapun pencanangan GEMARIKAN dipelopori oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 4 April 2004.

Ikan, sebagai komoditas strategis, mempunyai keunggulan dibanding dengan sumber protein hewani lainnya, dapat diterima semua agama, potensi produksi sangat besar, secara ekonomi kandungan lokal sangat tinggi, keragaman jenis sangat tinggi dan tersedia sepanjang tahun, hemat energi (proses budidayanya), dan harganya sebagian lebih murah  daripada harga protein hewani lainnya.

Pemerintah sangat mendukung adanya GEMARIKAN ini. Salah satu bukti dukungan Pemerintah adalah, Presiden telah mengeluarkan Penyusunan Perpres tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Bentuk dukungan Pemerintah lainnya adalah pembentukan FORIKAN (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dibentuk dalam rangka  menjalin koordinasi, keterpaduan langkah dan tindakan dari seluruh instansi terkait baik tingkat pusat maupun daerah sekaligus  berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator GEMARIKAN.

Prioritas kegiatan GEMARIKAN tahun ini difokuskan pada: penguatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) melalui promosi, penguatan pendidikan, penguatan kerja sama, penumbuhkembangan KADER Peningkatan Konsumsi Ikan. Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan I Nyoman Shuida  berharap, FORIKAN juga dapat dibentuk segera di tingkat pusat, untuk dapat memudahkan koordinasi antar Kementerian/Lembaga di tingkat pusat. Deputi Bidang Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan I Nyoman Shuida juga memaparkan kegiatan-kegiatan di Kemenko PMK yang bisa digunakan oleh KKP untuk mensosialisasikan GEMARIKAN ini dan menyatakan siap untuk mendukung GEMARIKAN. (olv)