Oleh humas on December 15, 2017

Jakarta (15/12) ---  Deputi Bidang Koordinasi  Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan, Kemenko PMK, Nyoman Shuida memimpin Rapat pelaksanaan program padat karya desa  dan kampanye penurunan stunting,  siang ini di Ruang Rapat Menko Lt.1, Gd. Kemenko PMK, Jakarta.  Rapat  ini merupakan Rapat lanjutan yang sebelumnya telah dilaksanakan minggu lalu oleh Menko PMK. Dalam rapat sebelumnya, Menko PMK menegaskan bahwa implementasi program padat karya membutuhkan dukungan dan komitmen pimpinan daerah, serta diyakininya program padat karya mampu meningkatkan penghasilan masyarakat desa yang pada gilirannya terwujud kesejahteraan masyarakat desa.

Dari hasil Rapat Tingkat Menteri sebelumnya terdapat beberapa point diantaranya Kemenkeu akan mengkaji kemungkinan pelaksanaan penyaluran Dana Desa yang dapat dilakukan sejak Januari 2018.  Kementerian/Lembaga akan memfokuskan program Padat Karya di 100 Kabupaten dan 1000 Desa pada tahun 2018 yang juga merupakan sasaran penanganan Stunting. K/L  dapat segera melengkapi daftar program/kegiatan Padat Karya di 1000 Desa dalam 100 Kabupaten/Kota. 

Sebagaimana arahan Presiden maka TNP2K dan Bappenas agar dapat memilih lokasi 10 Kabupaten dan 100 Desa prioritas untuk Pelaksanaan pada Tahap I pada Januari 2018, Bappenas dapat  mensinergikan perencanaan kegiatan Kementerian/Lembaga tahun 2018 di 100 Kabupaten/1000 Desa Prioritas

Program padat karya desa ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk terus mendorong optimalisasi dana desa demi mendukung percepatan pengentasan kemiskinan dengan memberikan afirmasi pada desa tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin serta tingkat stunting yang tinggi. Sedangkan beberapa program Kementerian untuk program padat karya ini diantaranya: Fasilitas pendidikan PAUD, Pembinaan Gizi Masyarakat, Jaringan Irigasi Tersier, Embung, Penyediaan air minum dan sanitasi, Perbaikan saluran, Pembangunan bandara, dan beberapa program lainnya.

Pemerintah juga tengah serius berkomitmen untuk menangani masalah anak kerdil (stunting) dan lebih konsen terhadap masalah masa depan anak yang berkaitan dengan gizi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi lahir dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, atau dalam 1000 hari pertama kehidupan tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia dua tahun. Stunting akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit dan penurunan produktivitas. Isu-isu terkait stunting saat ini juga sedang digalakan Pemerintah diantaranya membuat kampanye masalah stunting di Youtube, Instagram  dan beberapa media digital lainnya.

“Hasil dari Rapat Menko PMK dengan Beberapa Menteri terkait hari ini didapatkan hasil bahwa Presiden akan mengunjungi lokasi kegiatan padat karya pada pertengahan atau akhir januari 2018 dan mengundang 10 Kepala Daerah untuk mensosialisasikan program padat katya serta pengisian kegiatan program padat karya di lokasi tersebut selama-lamanya akhir Desember sudah dilaporkan,”  ungkap Nyoman.

Hadir dalam Rapat ini Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Sigit Priohutomo; Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Lingkungan, Meida Octarina; Staf Ahli Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno; Staf Ahli Bidang Sustainable Development Goals Pasca 2015, Ghafur Akbar Dharma Putra; serta beberapa perwakilan dari K/L Kemendagri, Kementan, Kominfo, Kemenhub, Kominfo, Kemenpar, Kemenkop UKM, Kemnaker, Kemensos, TNP2K, BPS, KSP, LKPP dan beberapa perwakilan K/L lainnya.