Oleh humas2 on September 06, 2017

Jakarta (06/09) -- Asisten Deputi (Asdep) Kepemudaan pada Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat, pagi ini memimpin rapat koordinasi teknis (rakornis) terkait Program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) di ruang rapat lantai 2 Kemenko PMK, Jakarta. Rakornis pada hari ini bertujuan untuk membahas koordinasi pelaksanaan kegiatan Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda, khususnya yang berkaitan dengan program/kegiatan Pemuda Mandiri Membangun Desa. "Saya harap, dari rakornis ini akan menghasilkan informasi yang komprehensif tentang PMMD sehingga dapat dilakukan koordinasi tindak lanjut dalam rangka penyiapan dan pengembangan kapasitas pemuda di perdesaan," ujar Alfredo. Turut hadir dalam rakor ini, perwakilan dari K/L terkait seperti Kemenpora, Kemendes, BPS, dan pegawai lingkup Kemenko PMK lainnya.

PMMD merupakan salah satu Program prioritas Kemenpora dalam mendukung Gerakan Revolusi Mental di kalangan pemuda yang memiliki karakter kemandirian, kepeloporan, dan kesukarelawan yang menggerakan  kegiatan kepemudaan dan keolahragaan di perdesaan. Tujuan dari program ini adalah untuk memfasilitasi pemuda agar memiliki kapasitas dan daya saing untuk mewujudkan kemandirian pemuda, Melakukan giat olahraga di perdesaan, Mendorong terciptanya lapangan kerja baru bagi pemuda di perdesaan, serta mendayagunakan potensi desa sebagai bagian dalam membangun kemandirian pemuda. 

Menurut keterangan Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora, Ibnu Hasan, sasaran dari Program PMMD ini adalah terwujudnya 1500 pemuda yang mandiri dari sepuluh provinsi yang menjadi pilot project pelaksanaan program ini. Seluruh peserta PMMD ini nantinya akan menempuh masa penugasan selama kurang lebih tiga bulan. Tambahnya lagi, saat ini program PMMD sudah berada pada tahap persiapan untuk pelatihan peserta di masing-masing provinsi. 

Di akhir rakornis, Alfredo mengingatkan kembali agar program ini dapat bersinergi dengan program-program lain yang sudah ada di desa terutama yang berkaitan dengan kepemudaan. "Program ini harus dapat bersinergi dengan program pemuda lainnya yg sudah ada di desa seperti Karang Taruna ataupun Pendamping Desa agar tidak terjadi tumpang tindih. Untuk itu perlu dikoordinasikan lagi antara porgram ini dengan program yang ada di desa yang akan menjadi lokus pelaksanaan, "tutup Alfredo. (rhm)