Oleh humas2 on April 05, 2017

Jakarta (05/04)--- Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Keasdepan bidang Kepemudaan menggelar Rakornis Pencegahan Bahaya Narkoba di Kalangan Pemuda. Rakornis dibuka dan dipimpin oleh Asdep Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat, di ruang rapat lt.4, Kemenko PMK.

Tujuan diadakannya rakornis kali ini adalah untuk memperoleh informasi capaian dari Kementerian dan Lembaga terkait.Rakornis siang ini menargetkan pula terjadinya peningkatan kapasitas pemuda/siswa agar berkemampuan  menjadi kader pemuda revolusi mental yang anti narkoba, meningkatkan kesadaran pemuda/siswa akan ancaman bahaya destruktif Narkoba, dan meningkatkan partisipasi pemuda khususnya siswa agar berperan aktif dalam melakukan pencegahan bahaya destruktif narkoba di lingkungannya.

“Hasil pada tahun 2016 yang sudah dicapai yakni terlatihnya 1.140 orang kader pemuda anti narkoba di 1.200 desa dan tersosialisasikannya pencegahan bahaya destruktif penyalahgunaan narkoba kepada sebanyak 29.300 orang / pemuda desa,”  Ujar Alfredo.

Adapun sasaran program kegiatan pencegahan bahaya destruktif (narkoba) tahun 2017 menurut Kemenpora yakni calon kader inti pemuda anti narkoba 1.200 orang serta calon kader pemula 30.000 orang. Alfredo berharap agar kegiatan ini tetap berjalan dari K/L terkait dan jangan sampai ada masalah yang tumpang tindih dikemudian hari serta menyiapkan sasaran-sasaran sekolah yang akan diberikan sosialisasi. “Saya juga berharap nantinya akan ada tindak lanjut lagi dan kita adakan pertemuan lanjutan dengan daerah (Pemda) yang terdiri dari 5 provinsi dinas pendidikan dan K/L terkait sebelum nantinya akan diadakan forum tingkat eselon I," tutup Alfredo. Hadir dalam rakornis ini perwakilan dari Kemenpora, Kemensos, Kemendikbud, Kemenag, BPS dan BNN. (ris)