Oleh humas2 on March 14, 2017

Jakarta (14/03)-- Asisten Deputi bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Masyarakat pada Kedeputian bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri, memimpin rapat koordinasi (rakor) Tindak Lanjut penyusunan Draft Perpres tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan terhadap Anak di Satuan Pendidikan, yang bertempat di ruang rapat lt.4 Kantor Kemenko PMK, Jakarta. 

Rakor yang juga dihadiri oleh perwakilan dari K/L terkait seperti Kementerian Hukum dan Ham, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Bappenas, Komisi Penyiaran Indonesia, KPPPA , dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan rakor lanjutan yang telah dilaksanakan pada 10 Maret 2017.

Tujuan dari rakor inj adalah Memastikan kelanjutkan draf Perpres Tentang Pencegahan Tindak Kekerasan Di Satuan Pendidikan, Menentukan PIC penyelesaian draf Perpres, Menentukan jadwal penyelesaian Perpres. Menurut data saat ini, kekerasan terhadap anak terjadi secara luas di Indonesia yaitu 40 persen anak berusia 13-15 tahun melaporkan pernah diserang secara fisik sedikitnya satu kali dalam setahun; 26 persen melaporkan pernah mendapat hukuman fisik dari orang tua atau pengasuh di rumah; 50 persen anak melaporkan di-bully di sekolah. Sementara 45 persen perempuan dan anak perempuan di Indonesia percaya bahwa suami/pasangan boleh memukul istri/pasangannya dalam situasi-situasi tertentu. 

Rancangan perpres ini dibuat untuk mewujudkan satuan pendidikan yang menyenangkan bagi anak dan untuk mengatur  keterlibatan K/L, Pemda, satuan pendidikan serta masyarakat untuk mencegah dan menganggulangi  tindakan  kekerasan terhadap anak yang terjadi di satuan pendidikan.(frs)