Oleh humas2 on March 13, 2017

Jakarta, (13/03)--Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, yang didampingi  Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Sahlan, memimpin rapat koordinasi (rakor) pembahasan draf Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018, di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Senin siang (13/03). Rakor ini merupakan upaya Koordinasi, Singkronisasi dan Pengendalian (KSP) Kemenko PMK terkait penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018.

Dalam pengantarnya, Agus Sartono menyampaikan bahwa pengaturan cuti bersama dan hari libur nasional bertujuan agar berdampak pada peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan hari kerja, hari libur dan cuti bersama sehingga dapat meningkatan produktifitas kerja. Selain itu meningkatkan sector pariwisata dalam negeri yang beribas pada peningkatan ekonomi. Selain itu, juga sebagai bentuk kompensasi bagi PNS yang tidak pernah atau kesulitan waktu mengambil cuti.

Pelaksanaan Rakor kali ini, terang Agus, diharapkan akan menghasilkan kesepakatan draft  menjadi SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018. Sehingga dalam waktu dekat dapat segera diagendakan penandatangan SKB oleh tiga menteri terkait.

Pada tahun 2017, jumlah hari libur nasional dan cuti bersama sebanyak 21 hari yang terdiri atas libur nasional 15 hari dan cuti bersama 6 hari. Sedangkan pada draft tahun 2018, jumlah hari libur nasional dan cuti bersama juga sebanyak 21 hari juga terdiri atas libur nasional 16 hari dan cuti bersama 5 hari.

Rakor yang diselenggarakan di ruang rapat lantai 3 Kemenko PMK ini dihadiri perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait seperti KemenpanRB, Kemennaker, dan Kemenag.(yn)

Categories: