Oleh humas on June 06, 2018

Jakarta (04/04) Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan danAgama Kemenko PMK, Agus Sartono, memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut hasilRapat Tingkat Menteri Tentang Antisipasi Kesiapan BandaraKertajati Sebagai Embarkasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2018.

Hadir dalam rapat ini Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan; Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan; Pejabat Ditjen Penyelenggaraan Ibadah Haji Kementerian Agama; Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan; Kepala Biro Umum dan tim POLRI; Direktur Perum LPPNPI; Direktur PT. Angakasa Pura II; Direktur PT. Garuda Indonesia; Kepala Divisi KKP Provinsi Jawa Barat Wil. Kertajati; dan  Para Pejabat Instansi K/L terkait lainya.

Agus, saat memimpin rapat selainmenegaskan pokok pokok pikiran sebagai rekomendasi kebijakan, juga mengajak peserta rapat untuk menyiapkan checklist kesiapan Bandara Kertajati sebagai Bandara Embarkasi Haji. Hasil pembahasan rakor antara lain: Seluruh jamaah haji asal Jawa Barat akan diangkut dengan pesawat Saudi Arabian Airlines, dan sesuai dengan kontrak tersebut, seluruh jamah haji asal Jawa Barat tetap akan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta; Jika Bandara Kertajati menjadi pilihan sebagai embarkasi haji, akan disiapkan 5 kloter jemaah haji asal Kab. Majalengka dan Sumedang sebanyak 2.070 orang jemaah (termasuk petugas kloter). Namun demikian, jemaah haji asal Kab. Majalengka dan Sumedang tersebut  akan menunggu di Soekarno Hatta selama kurang lebih 4 jam, untuk ganti pesawat dari Garuda Airlines ke Saudi Airlines. Dengan adanya penggantian pesawat, dan waktu tunggu tersebut,  berpotensi meningkatnya kelelahan jamaah yang berdampak kepada masalah kesehatan; Dalam pembahasan lebih lanjut, jika Bandara Kertajati jadi ditetapkan sebagai Bandara Embarkasi Antara, Pihak Garuda menghitung perlu adanya tambahan biaya operasional pesawat kurang lebih sebesar Rp.15 Miliar; Sampai saat ini, Bandara Kertajati belum dikenal oleh Otoritas PenerbanganPemerintah Arab Saudi General Autority Of Civil Aviation (GACA), diperlukan proses waktu kurang lebih 3 bulan; Solusi sementara menggunakan Asrama Haji yang ada di Bekasi berjarak 150 KM memerlukan kurang lebih 5 jam perjalanan. Jauhnya jarak antara Asrama Haji dengan Bandara akan menyebabkan resiko kelelahan bagi jamaah haji.

Pemerintah berkomitmen untuk selalu memberikan pelayananyang semakin baik bagi penyelenggaraan ibadah haji daritahun ke tahun dengan terus melakukan evaluasi sertaterobosan. Agus juga menekankan kepada berbagaipihak yang hadir dalam rapat tersebut, bahwa pemerintahharus selalu hadir untuk melindungi dan menciptakankenyamanan kepada warga negara Indonesia yang sedangmenjalankan Ibadah Haji.

Categories: