Oleh humas2 on June 17, 2017

Jakarta (16/6) -- Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur'an 1438 H dengan mengangkat tema “Momentum Nuzulul Qur'an Kita Tingkatkan Persaudaraan Sebangsa, Teguhkan Pancasila, dan Implementasi Nilai-Nilai Revolusi Mental” yang dilaksanakan di Gedung Heritage, Kemenko PMK, Jakarta, Jum’at sore (16/06).

Peringatan Nuzulul Qur'an diawali dengan menampilkan kesenian Hadroh dari MTs 31 Jakarta Timur, pembacaan ayat suci Alquran dan tari zapin dengan bernuansa islami dari sanggar seni Khatulistiwa binaan Kemdikbud.

Mengawali sambutan disampaikan oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurussalam yang juga sebagai Asisten Deputi (Asdep) Pembinaan Umat Beragam, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kemenko PMK, Sahlan. Menurut Sahlan, kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, seperti lomba Adzan, Tartil Qur'an, dan pidato kultum.

Menko PMK dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Qur’an merupakan panggilan jiwa dan keimanan yang mendalam agar kita semua dapat mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT.

Langkah berikutnya, lanjut Agus kita harus merenungi dengan sungguh-sungguh makna dan nilai-nilai Al-Quran untuk kita mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana tema yang diusung pada kesempatan peringatan Nuzulul Quran kali ini adalah “Momentum Nuzulul Qur’an Kita Tingkatkan Persaudaraan Sebangsa, Teguhkan Pancasila, Dan Implementasikan Nilai-nilai Revolusi Mental”.  Tema ini sejalan dengan kandungan Al-Quran, yang memerintahkan kita agar senantiasa  jujur, amanah, bertanggung jawab, berakhlak, konsisten, optimis, bekerja keras, saling membantu dan bekerja sama dalam kebaikan.

Menurut Agus, salah satu pesan penting dari nilai-nilai Al-Quran adalah menuntut kita semua agar terus belajar dan mencari ilmu hingga akhir hayat. Ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan yaitu “Iqro” adalah penegasan, agar kita jangan pernah berhenti belajar, belajarlah sepanjang hayat long life learning.

Agus melanjutkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Iqro bersifat universal. Siapapun yang mengamalkan dengan selalu membaca dan belajar akan mendapatkan keuntungan, tanpa memandang agama, ras, suku, dan bangsa. Bangsa yang banyak membaca, baik dalam pengertian belajar, menulis maupun penelitian, niscaya bangsa tersebut akan maju.

Menurut Agus, membaca dapat juga diartikan secara luas yaitu membaca buku, alam semesta, pengalaman orang lain, penelitian, dan teknologi untuk meraih pengetahuan, keahlian, dan kemahiran. Inilah yang perlu kita pelajari dan kuasai secara terus-menerus untuk membangun peradaban yang maju, unggul, luhur, dan berkarakter.

“Saya berharap dengan peringatan Nuzulul Quran ini dapat menjadikan hati kita terang, diberikan cahaya imani hingga segala perintah Allah dan larangan-Nya dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan ini,” harap Agus seraya mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Dr. Mohammad Thamrin, dari Kemenag selaku penceramah dalalam kegiatan Nuzul Qu’ran menyampaikan tausiyah tentang Keutamaan Al-Quran. Menurutnya, Al-Quran diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril dalam dua periode.

Periode pertama disebut juga periode Madaniyah berisikan tentang konsep-konsep pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan bunyi Surah Al-Quran yang pertama kali diturunkannya yaitu 'Iqra’ yang artinya bacalah. “Bacalah buku-buku, bacalah tanda-tanda yang ada di alam semesta, bacalah melalui pengalaman-pengalaman,”jelasnya.

Periode kedua adalah periode Makkiyah. Dalam periode ini isi Al-Quran berkaitan dengan konsep ketauhidan atau penyembahan terhadap Allah, muamalah atau hubungan sosial, keberpihakan pada fakir miskin, anak yatim dan kaum yang terzholimi, konsep hukum, perintah dan tata cara ibadah dan sebagainya.

Hadir dalam peringatan Nuzulul Qur'an, Seskemenko PMK, Para Deputi, para Staf Ahli, para Staf Khusus, pejabat Eselon II, III, dan IV Kemenko PMK, serta para pegawai dan undangan. (DAM)

 

 

Categories: