Oleh humas on October 15, 2019

Foto : 

  • Rieska Cholina

Jakarta (15/10) – Penyelenggaraan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan kependudukan (KKBPK) di daerah masih kurang optimal, salah satunya ditenggarai masih belum efektifnya advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Agus Suprapto didampingi oleh Asdep Bidang Kependudukan dan KB, Kemenko PMK, Imam Pasli, pagi ini membuka pertemuan KSP kebijakan Advokasi-KIE tentang Program KKBPK ke seluruh wilayah dan kelompok di Jakarta.

Dalam pembukaannya, Agus menjelaskan tujuan pertemuan ini adalah untuk mendapatkan informasi permasalahan dan kendala yang dihadapi terkait kebijakan Advokasi-KIE tentang program KKBPK ke wilayah dan kelompok; mendapatkan informasi mengenai upaya-upaya strategis yang telah dilakukan terkait kebijakan penguatan advokasi-KIE tentang program KKBPK ke suluruh wilayah dan kelompok; memperoleh masukan mengenai strategi advokasi-KIE yang efektif dan mendorong lintas sektor untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan kebijakan dan pengembangan strategi advokasi-KIE tentang program KKBPK.

Saat ini, menurut Agus, peluang untuk Advokasi-KIE sangat terbuka lebar terutama  karena Presiden RI Joko Widodo sudah meluncurkan program tol langit sehingga menjadi peluang bagi para pelaku advokasi di setiap K/L selain itu juga diperlukan platfom nasional terkait KIE yang menjadi acuan K/L sesuai dengan sektornya masing-masing sehingga banyak permasalahan  yang terjadi di lapangan dapat terselesaikan. 

Direktur Advokasi dan KIE BKKBN, Sugiyono, mengapresiasi adanya pertemuan ini karena kegiatan ini menjadi sangat penting. Selain itu harapannya agar tim dalam pertemuan ini akan menjadi tim Advokasi-KIE lintas sektor karena kab/kota dan provinsi sebagian sudah terbentuk, karena sesungguhnya keberhasilan program KB itu terletak pada kekuatan Advokasi-KIE. Selain itu Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo, Wiryanta Mulyono menambahkan bahwa kekuatan informasi merupakan faktor kunci efektifnya keberhasilan program kependudukan dan KB dengan melibatkan berbagai pihak baik Pemerintah, Swata, masyarakat, media masa maupun influencer, youtuber maupun blogger.  Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Kemenkes; Kemensos; BKKBN; Kemenag; Kemendagri serta beberapa perwakilan lainnya.

Reporter: 

  • Rieska Cholina

Editor: 

  • Siti Badriyah