Oleh humas on August 08, 2018

Banda Aceh (8/8) -  Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) Republik Indonesia  drg. Nalih Kelsum, MPH mrnghadiri  Launching Program One Health Collaboration Center (OHCC) Pusat Riset Veteriner Tropis, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. OHCC merupakan program penanganan masalah kesehatan yang melibatkan banyak stakeholder. Peresmian program ini ditandai dengan perjanjian kerja sama antara Unsyiah dengan Indonesia One Health University Network (INDOHUN) di ruang Balai Senat Unsyiah, Selasa 7 Agustus 2018.

Rektor Unsyiah Prof.Dr. Samsul Rizal, M. Eng mengatakan, masalah kesehatan merupakan isu utama yang dihadapi masyarakat dunia saat ini. Kemunculan wabah penyakit merupakan ancaman bagi kesehatan yang peningkatan kejadiannya dapat menjadi bencana non alam. 

“Maka kita perlu mewaspadai dan mempersiapkan diri secara baik dalam menghadapi munculnya wabah penyakit menular dan berbahaya, yang dapat mengganggu kehidupan sosial dan kepanikan di masyarakat,” ujar Rektor.

Untuk itulah, Rektor berharap kehadiran program OHCC dapat bermanfaat  bagi pemerintah Aceh maupun provinsi lainnya di Sumatera, baik dalam kegiatan  riset maupun pengabdian kepada masyarakat. 

Ketua Pelaksana Kegiatan Drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., PhD. mengatakan OHCC yang ada di Unsyiah ini adalah yang kelima di Indonesia, dan satu-satunya di Sumatera. Di mana proses pembentukannya telah melalui proses komunikasi yang panjang. 

“Sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi salah satunya adalah program ini harus bisa menjangkau banyak bidang ilmu khususnya ilmu kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Reza Ferasyi menyebutkan, adapun tujuan program ini adalah untuk mengintegrasikan kajian dan analisis kesehatan bersama (one health) antar stakeholder baik di internal atau eksternal Unsyiah. Selain itu, kehadiran OHCC diharapkan bisa membangun jejaring kerjasama Tri Dharma perguruan tinggi dalam aspek one health, serta mendukung penguatan kapasitas SDM dan sarana/prasarana penerapan program one health berbasis kajian ilmiah.

Sementara itu Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama Dr. Iskandar, AP. S. Sos, M.Si mengatakan, pemerintah Aceh sangat mengapresisasi hadirnya program OHCC di Unsyiah. Ia berharap, program ini tidak hanya membantu terciptanya kualitas kesehatan masyarakat Aceh, tapi sekaligus menjadi monitoring terhadap program kesehatan yang telah dijalankan.

“Kami percaya program OHCC ini banyak melibatkan tenaga ahli bidang kesehatan, sehingga hasil analisis  ataupun kajiannya akan sangat bermanfaat untuk mendukung program kesehatan Aceh,” kata Iskandar.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan, pelatihan Sistem Penilaian Antimicrobial Resistance (AMR) menggunakan OH-Smart Tools, dibawah dukungan program USAID-Prestasi dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator INDOHUN Prof. drh. Wiku Adisasmito, M.Sc.Ph.D.  Perwakilan USAID-Prestasi, para Dekan Unsyiah serta dinas terkait di Pemerintah Aceh

Categories: