Oleh humas on November 01, 2017

Jakarta (01/11)--- Pasca ditandatanganinya Perpres No.95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Atlet Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Oktober 2017 lalu, Menko PMK, Puan Maharani, pagi tadi memimpin sekaligus memeberikan arahan dalam Raapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) untuk membahas tindak lanjut; tugas pokok dan fungsi serta berbagai hal lain dalam upaya Pemerintah meningkatkan prestasi atlet nasional. RTM dihadiri oleh Menpora, Imam Nahrowi; Ketua KONI Pusat, Tono Suratman dan Jajarannya; Perwakilan dari: Setkab, Setwapres; Staf Khusus Menko PMK; Plt. Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, I Nyoman Shuida.

Perpres No.95/2017 ini sesungguhnya lahir dari evaluasi terhadap prestasi atlet-atlet nasional dalam ajang Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, yang mencapai hasil tidak memuaskan. Di samping, upaya pembinaan prestasi atlet yang berkelanjutan di masa mendatang, Perpres inj lahir juga untuk menyikapi gelaran Asian Games 2018 yang tinggal 10 bulan lagi diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Sumsel. “Rencana pelatihan performa tinggi dan anggarannya, Kami minta agar dapat diselesaikan Bulan Desember nanti agar antara Januari – Februari tahun depan (2018-red)  dapat mulai memanfaatkan anggaran. Dengan begitu, segala hambatan seperti di masa lalu tidak terjadi lagi. Kita jadi dapat berkonsentrasi penuh terhadap prestasi atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games nanti sesuai rencana,” tandas Menko PMK dalam pembukaannya. “Perpres ini keluar pada dasarnya untuk menyikapi prestasi atlet pada Sea Games 2017 lalu. Melalui Perpres ini kita semua berharap banyak terobosan yang dapat kita lakukan termasuk tindak lanjut dari evaluasi pada waktu sebelumnya.” Menko PMK dalam arahannya meminta agar para atlet Indonesia kembali digugah semangat berprestasinya demi Indonesia dan menorehkan catatan prestasi menggembirakan di ajang Asian Games nanti. Juga, Menko PMK meminta agar segala teknis dan tertib administrasi pembinaan serta pelatihan atlet dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Anggaran pun dapat digunakan secara transparan dan akuntabel.

Dalam Pepres No.95/2017 ditetapkan bahwa Induk Organisasi Cabang Olahraga akan melaksanakan segala ketentuan dalam Perpres dan Komite Olahraga Nasional (KONI) akan bertindak selaku pengawas dan pembantu menteri pelaksana, sementara Menteri Olahraga akan menetapkan kriteria dan kebijakan pengawasan setelah terlebih dulu berkoordinasi dengan Menko PMK. Segala perumusan dan penetapan kebijakan dalam Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional dilakukan oleh Menteri (yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keolahragaan) setelah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Adapun upaya peningkatan prestasi olahraga nasional dilakukan dengan kebijakan pengembangan bakat; seleksi atlet dan pelatih; pelatihan performa tinggi; pembinaan kehidupan sosial; pembiayaan; dan pengawasan. Pengembangan bakat calon Atlet Berprestasi ditujukan kepada Olahragawan potensial yang memiliki prospek mencapai prestasi puncak melalui pembinaan berjenjang, yang didasarkan pada prinsip pembinaan Olahragawan jangka panjang. Dilaksanakan melalui jalur pendidikan formal, sekolah olahraga, klub, dan kompetisi. Untuk menunjang pelatihan atlet berprestasi dengan performa tinggi,  IPTEK olahraga akan diterapkan sedangkan pelatihan dan anggarannya akan diatur kemudian, begitu pula dengan ketentuan pelatihan performa tinggi. “Kalau perlu kita lakukan monitoring dan evaluasi pembinaan atlet ini setiap bulan,” tambah Menko PMK lagi dalam arahannya. “Semoga Perpres ini dapat dijalankan secara bersama dan bergotong royong, lalu dapat dikoordinasikan dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing,” demikian Menko PMK. (*)