Oleh humas2 on August 31, 2017

Jakarta (31/08) – Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono, mewakili Menko PMK, Puan Maharani, memberikan sambutan dalam acara Soft Launching and Press Conference Europalia Arts Festival Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis pagi.

Dalam pidato sambutannya yang dibacakan Agus Sartono, Menko PMK mengatakan bahwa Europalia Arts festival merupakan salah satu festival seni dan budaya terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.  Event ini merupakan sebuah kesempatan dan peluang yang bagus sekaligus tantangan untuk menunjukan bahwa Indonesia sangat kaya akan karya seni dan budayanya kepada masyarakat dunia, khususnya masyarakat Eropa. Event ini dapat pula sebagai ajang promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatwan mancanegara ke Indonesia yang mempunyai potensi budaya dan alam yang beragam dengan semangat Bhinika Tunggal Ika.

Menurut Menko PMK, terpilihnya Indonesia sebagai Negara Tamu atau Guest Country dalam Europalia Arts Festival di Belgia yang berlangsung dari tanggal 10 Oktober 2017 sampai dengan 21 Januari 2018 merupakan kebangga tersendiri, sebab Indonesia menjadi Negara ke-4 di Asia dan Negara yang pertama di Asia Tenggara yang menjadi Negara Tamu dalam event yang diselanggarakn sejak 1969. Sebagai Negara Tamu Kehormatan Festival Seni Europalia Tahun 2017/2018, Menko PMK berharap Indonesia dapat menampilkan berbagai keragaman seni dan budaya Indonesia yang toleran, demokratis dan modern yang berasal dari berbagai pelosok tanah air yang kaya budaya dan tradisi.

“Melaui Tema “Ocean of Becoming”, Indonesia sebagai negara maritim yang luas dengan kekayaan sumberdaya laut yang tinggi menjadi tumpuan dan harapan bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain ke depan,” harapnya.

Menurut Menko PMK, pada pelaksanaan Europalia Arts Festival Indonesia di Belgia ini, Indonesia akan menampilkan kegiatan pameran, pertunjukkan (tari dan teater), musik, sastra dan film dengan sebanyak 263 program dan 425 seniman dengan total koleksi pameran sebanyak 398 koleksi. “Seluruh penampilan tersebut telah disepakati  melalui kurasi karya seni oleh kurator Europalia Indonesia dan Europalia Internasional,” jelas Menko PMK.

Menurut Menko PMK, berbagai disiplin artis akan ditampilkan melalui empat pilar yang menjadi elemen dasar dalam penyelenggaraan Europalia. Pilar pertama Heritage, menampilkan warisan budaya Indonesia; Kedua Contemporary, pertunjukan seni kontemporer para seniman Indonesia; Ketiga Creation, menampilkan hasi kreasi baru karya para seniman Indonesia ketika mengikuti program ini; dan Keempat Exchange, kolaborasi seni yang dihasilkan secara bersama oleh seniman Indonesia dan Eropa. Lebih jauh Menko PMK juga menjelaskan peran Kemenko PMK dalan event Europalia Arts & Festival adalah melakukan koordinasi, singkronisasi, dan pengendalian kegiatan Pentas Seni Europalia dalam berbagai aspek yang meliputi pertunjukan, seni, fim, sastra dan pameran.

Menurut Menko PMK, untuk menyukseskan Festival Seni dan budaya Europalia Indonesia ini, maka diperlukan persiapan  dan pelaksanaan  yang terkoordinasi dan terintegrasi diantara K/L terkait, para peserta festival dan stakesholder lainnya agar karya seni dan budaya yang ditampilkan betul-betul berkelas dunia. “Untuk itu, saya berharap kiranya kegiatan ini kita dapat menghasilkan 4 (empat)  sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi yang dicapai, sukses pemberdayaan masyarakat khususnya para pelaku seni dan budaya dan sukses administrasi pelaksanaan kegiatan,”harap Menko PMK.

Hadir dalam acara tersebut Menpar, Arief Yahya; Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Hermann; Kepala Badan Ekonomi Kreatif; Triawan Munaf; Dirjen Budaya, Kemendikbud, Hilmar Farid; Ketua Komisi Europalia Indonesia, Shinta L. Poesposoetjipto, dan para pejabat eselon I dan II instansi terkait. (DAM)

Categories: