Oleh humas2 on February 16, 2017

Jakarta (16/02)--- Uji coba penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menurut rencana akan disalurkan di 44 Kota di tanah air. Demi kelancaran tugas penyaluran yang dilakukan oleh Perum Bulog, Menko PMK, Puan Maharani, pagi tadi memanggil jajaran Perum Bulog dalam forum audiensi. Hadir dalam audiensi ini Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Karyawan Gunarso; Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Imam Subowo; dan Direktur Komersial, Febriyanto. Menko PMK didampingi oleh Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP; Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Tb. Achmad Choesni; Staf Ahli Menko PMK bidang Kependudukan, Sonny Harry B Harmadi.

“Saya ingin pastikan lebih detil persiapan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai—red) lancar, terutama yang terkait dengan urusan Bulog. Jangan sampai bantuan beras dan atau gula dari Pemerintah yang didistribusikan lewat e-Warong tidak tersedia. Saya ingin masyarakat dapat dilayani dengan baik, jangan terjadi penolakan kepada masyarakat yang ingin membeli kebutuhan dasar tersebut,” ungkap Menko PMK mengawali audiensi yang berlangsung di gedung utama kantor Kemenko PMK, Jakarta ini.

Uji coba penyaluran BPNT rencananya akan dilaksanakan mulai 23 Februari 2017. Namun demikian, sebagai koordinator kebijakan, Menko PMK menegaskan bahwa seluruh kesiapan uji coba akan dilaporkan lebih dulu kepada Presiden untuk mendapatkan arahan dan persetujuan. Selanjutnya, hal-hal teknis nantinya dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dan dioperasikan oleh Perum Bulog.

“Saya harap seluruh K/L yang terlibat dalam penyaluran Program BPNT senantiasa commit dengan tugas dan peran masing-masing, jalin koordinasi dan sinergi sebaik-baiknya untuk minimalkan kesalahan-kesalahan dalam penyaluran kebutuhan pokok yang merupakan hak dan hajat hidup orang banyak. Pemerintah berupaya agar program ini tepat sasaran,” kata Menko PMK lagi.

Bulog juga telah memastikan seluruh barang dapat terdistribusi dengan baik sesuai target lokasi yang telah ditetapkan. “Insya Allah kami siap untuk mendistribusikan barang bantuan baik berupa beras ataupun gula di 36 titik distribusi yang tersebar di 51 Kab/Kota menggunakan 248 armada unit angkut (truk). Kami juga mengajak PT POS dan BDR untuk membantu pendistribusian. Terdapat beberapa lokasi yang cukup sulit jika diakses menggunakan truk, oleh karenanya kami bekerjasama dengan dua BUMN yang memiliki moda transportasi roda dua dan luas sebarannya,” papar Kepala Perum Bulog, Djarot Kusumayakti.