Oleh humas2 on September 09, 2017

Astana, Kazakhstan (09/09)-- Menteri Koordinator Pembagunan Manusia dan Kebudayaaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan Bangsa Indonesia, berkomitmen untuk turut bekerja membangun dunia yang lebih baik, suatu dunia yang bebas dari konflik dan ketegangan, suatu dunia di mana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas, suatu dunia di mana keadilan dan kesejahteraan berlaku untuk semua orang, suatu dunia di mana kemanusiaan dapat mencapai kejayaannya yang penuh. Kerjasana iptek antara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sangat strategis dalam penguatan hubungan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat pada abad ke-21.

“Kita menyambut baik agenda kerja sama Iptek di antara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini. Yang segera bisa kita lakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset. Untuk riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian dan kelautan di Indonesia sudah cukup maju dan bisa menjadi konstribusi Indonesia dalam kerangka kerja sama iptek negara-negara OKI,” ungkap Menko PMK saat mendampingi Wapres Jusuf Kalla yang menghadiri konferensi OKI tentang Pengembangan Iptek di Astana, Kazakhstan, Sabtu siang waktu setempat.

Menko PMK juga menegaskan di era globalisasi saat ini, semua negara saling terhubung melalui perdagangan, finansial, industri, teknologi dan antar masyarakat. kondisi ini membawa setiap negara berupaya untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan nasionalnya. Setiap negara dituntut untuk memiliki kapasitas yang memadai agar dapat memperoleh manfaat yang optimal.

“Saat ini kita berada dalam lingkungan dunia yang masih membutuhkan komitmen dan kerja bersama untuk menciptakan kehidupan dunia yang lebih baik. Marilah kita bangun ilmu pengetahuan yang dapat menuntun kita bersama untuk meraih peradaban dunia yang maju dan bermartabat,” ujarnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diakui Menko PMK telah membawa Era Globalisasi mempermudah dalam segala aspek kehidupan dalam komunikasi, industri, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, jasa keuangan, sektor transportasi, dan lain sebagainya. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antar negara dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berbagai upaya dilakukan melalui penguatan pendidikan, riset, dan kolaborasi industri.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI kali ini bertujuan untuk memetakan strategi negara-negara Islam dibidang sains dan teknologi dalam 10 tahun ke depan untuk mempersempit kesenjangan sains dan teknologi antar umat Islam dengan negara maju. Konferensi Iptek negara-negara OKI juga bermaksud menyusun strategi dan agenda bersama untuk mengurangi kesenjangan kemajuan Iptek antara negara negara OKI dengan negara maju. 

Rangkaian KTT telah dimulai sejak tanggal 8 September 2017, melalui pembahasan pejabat tinggi masing-masing negara. Acara utama akan diselenggarakan pada 10-11 September 2017. Indonesia dalam KTT ini juga akan menyampaikan pandangan-pandangannya tentang sains, teknologi dan pembangunan manusia. 

Kegiatan Menko PMK lainnya di hari ini adalah turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan PM Kazakhstan, Bakytzhan Sagintayev, untuk membahas penguatan kerjasama bilateral Indonesia - Kazakhstan. Turut dalam kunjungan kerja ini, selain Menko PMK adalah Menteri Riset Dikti, M Nasir; dan sejumlah rektor diantaranya rektor UI, ITB, Unhas, dan ITERA, Komarudin Hidayat dan Azyumardi Azra.

 

Categories: