Oleh humas2 on April 21, 2017

Madinah (21/04)--- Mengawali kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Menko PMK menggelar rapat koordinasi terkait monitoring dan evaluasi persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 1438 H/2017 M. Rakor serupa sebelumnya juga digelar pada pertengahan Maret lalu di Jakarta. Sukses penyelenggaraan Ibadah Haji tak lepas dari upaya kerja bersama dan gotong royong.  Demikian pengantar Menko PMK, Puan Maharani, saat membuka rakor di hari pertama kunkernya di Kota Madinah. Hadir dalam Rapat Koordinasi Monitoring Dan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1438 H/2017 M antara lain Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegibriel, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono serta para pejabat eselon 1 dan 2 K/L terkait.

Menko PMK kembali menegaskan bahwa Jamaah Haji asal Indonesia harus dapat menikmati berbagai layanan mulai dari yang pokok hingga ke masalah terkecil sekalipun, termasuk terpenuhinya ketersediaan air minum bagi para Jamaah dalam menghadapi badai panas (heat stroke) di Tanah Suci.

Pada rakor yang digelar sejak pagi hingga siang waktu Kota Madinah, Arab Saudi itu, Menko PMK juga menyimak laporan terkini Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin yang antara lain memaparkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH); akomodasi Jamaah baik selama berada di Madinah maupun Makkah; dan profil Jamaah Haji asal Indonesia yang dipastikan berangkat menunaikan Ibadah Haji pada Musim Haji tahun 2017.

Per 18 April 2017 hingga pkl.17.00 WIB, pelunasan BPIH untuk Haji Reguler telah dilunasi oleh sebanyak 111.159 calon haji (calhaj) atau sekitar 54,49 persen dan Haji Khusus sebanyak 10.773 calhaj atau sekitar 68,78 persen. Para calhaj yang akan berangkat untuk usia 45 – 50 thn jumlahnya mencapai 24,05 persen; usia kurang dari 41 thn sekitar 10,88 persen; usia 51 – 60 thn mencapai 32,15 persen; usia di atas 60 tahun mencapai 24 persen; dan Calhaj yang tergolong berisiko tinggi mencapai 67 persen. Kuota Jamaah Haji Indonesia diketahui sudah kembali normal 100 persen atau menjadi 221 ribu  calhaj termasuk tambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah, terdiri atas 204.000 calhaj Reguler dan 17.000 calhaj Khusus.

Sejauh ini, Kemenag telah mengupayakan pemondokan atau akomodasi Jamaah selama berlangsungnya ibadah haji yiatu di Kota Makkah telah mencapai 98,95 persen atau berkapasitas sekitar 205.394 calhaj, sedangkan di Kota Madinah mencapai 36,72 persen atau berkapasitas sekitar 75.429 calhaj. Akomodasi di Makkah berada di enam wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah dan Raudah yang menggunakan 150 Hotel dan mampu menampung Jamaah sekitar 207.880 calhaj. Ke-150 hotel di enam wilayah itu telah dipastikan 100 persen khusus menampung Jamaah asal Indonesia dengan repeat order sebanyak 56 persen dan sisanya merupakan hotel baru. Sedangkan kebutuhan akomodasi Jamaah haji di Kota Madinah sebanyak 207.740 pax. Progress negoisasi pemondokan telah mencapai  36  persen yang direncanakan dapat menampung sekitar 75.429 calhaj.

Ke depan, Menko PMK mengingatkan agar dapat diusahakan 100 persen pemondokan menggunakan kontrak jangka panjang, sehingga dapat ditekan biayanya. Selain itu Menko PMK mengingatkan pentingnya gizi dalam menu makanan serta mempertimbangkan cita rasa Indonesia. Terkait pelayanan di Arofah Menko PMK mengingatkan kembali Menteri Agama agar terus meminta kepada Pemerintah Arab Saudi ikut memperhatikan fasilitas toilet. Selain demi kesehatan para Jemaah juga kenyamanan. Fasilitas tenda juga mendapat perhatian dari Menko PMK. Setiap tenda hendaknya dilengkapi dengan AC yang memadai, agar secara tidak langsung mengurangi resiko heatstroke. Setiap tenda harus di perhatikan ketersediaan air minum agar Jemaah haji tidak mengalami dehidrasi.

 

Categories: