Oleh humasnew on October 09, 2018

Padang (09/10)--- Keberdayaan perempuan di bidang ekonomi merupakan salah satu indikator dalam pembangunan perempuan. Dengan komitmen yang tinggi dari pemerintah yaitu memastikan perempuan Indonesia memiliki lingkungan yang kondusif untuk ikut andil dalam pembangunan ekonomi nasional, capaian perempuan Indonesia di bidang ekonomi membawa kabar baik. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan meningkat dari 51,39 persen pada tahun 2012, menjadi 55,44 persen pada Februari tahun 2018 atau meningkat sebesar 4,05 persen poin. Menko PMK, Puan Maharani, mengapresiasi peran perempuan dalam bidang ekonomi itu dalam sambutannya di tengah forum Rakernas ke-28 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Selasa pagi, di Kota Padang, Sumbar.

“Perkembangan dunia usaha kedepan akan menuntut pelaku usaha untuk tidak saja memenuhi aspek kualitas barang dan jasa, akan tetapi juga memenuhi aspek pelayanan konsumen, kreativitas dan teknologi informasi komunikasi. Oleh karena itu, pelaku usaha khususnya perempuan, harus selalu meningkatkan kemampuan usahanya mengikuti perkembangan dunia usaha,” papar Menko PMK dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra.

IWAPI, tambah Menko PMK, memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun ekonomi perempuan, maka perlu terus memperkuat peran edukasi, sosialisasi, membuka akses keuangan, dan advokasi dalam membantu perempuan Indonesia berusaha. IWAPI juga diharapkan dapat mengembangkan, dan mempromosikan kerjasama bisnis antara anggota dan memperluas jaringan dengan pengusaha nasional dan global. “Pemerintah melalui kebijakan dan program pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan gender, akan memberikan dukungan melalui program-program kementerian/lembaga responsif gender, pelatihan, dan program-program pemberdayaan perempuan,” katanya lagi.

Dalam penutup sambutannya, Menko PMK berharap bahwa melalui sinergi Pemerintah dan IWAPI, peran perempuan di bidang ekonomi, dapat meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan dengan memperluas pelaku usaha, meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha, memperkuat akses permodalan dan usaha. “Semoga Rakernas IWAPI dapat merumuskan strategi untuk mempercepat pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, khususnya untuk meningkatkan kemampuan pengusaha UMKM perempuan. Peran perempuan dalam bidang ekonomi, akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat,” pungkas Menko PMK.

Rakernas ke-28 IWAPI ini turut dihadiri oleh Perwakilan KADIN Indonesia, Anindya Bakrie; Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan; Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi; Jajaran Pemprov Sumatera  Barat; dan seluruh pengurus serta anggota IIWAPI seluruh Indonesia. (*)

Categories: