Oleh humas2 on April 18, 2017

Jakarta(18/04)— Asisten Deputi (Asdep) Bidang Nilai dan Kreativitas Budaya, Kemenko PMK, Iwan Eka Setiawan mewakili Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK, Nyoman Shuida, membuka rapat Dukungan Peran Media dalam Pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental, di kantor Kemenko PMK, Jakarta.  "Peran media massa sebagai sarana penyedia layanan informasi  dan wahana komunikasi dinilai sangat penting. Selain memiliki fungsi pendidikan, informasi dan hiburan,  media juga memiliki kontrol sosial,"papar Iwan saat memberikan pengantar.

Dengan melihat betapa penting dan vital peran dan fungsi media dalam membangun opini publik, Iwan, mengundang empat narasumber yang terdiri dari, Anggota Pokja Revolusi Mental, Achmad Mukhlis Yusuf;  Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia, Hardly Stefano; Staf Khusus Wakil Presiden, Wijayanto Samirin; dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti; serta perwakilan dari berbagai media televisi, untuk berdiskusi bersama.  “Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk meningkatkan koordinasi, sinergisitas, dan seluruh pemangku kepentingan dalam berbagai media televisi untuk berperan aktif menguatkan ajakan perubahan kearah indonesia yang lebih baik. Mendorong pemangku kepentingan media televisi melakukan perbaikan kualitas program-program tayang untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter”, papar Iwan.

Diawal pengantarnya, Iwan juga menyampaikan tentang capaian atau hal yang sudah dilakukan oleh Kemenko PMK diantaranya, Kemenko PMK telah mensosialisasikan gerakan revolusi mental di 34 provinsi. Kemenko PMK juga bekerja sama dengan perguruan tinggi mengenai KKN tematik revolusi mental. Selain itu, Kemenko PMk bekerja sama dengan Kemendikbud dalam sosialisasi terhadap pelajar tentang penggunaan sosial media yang baik. Bersama dengan IKAPI Kemenko PMK akan menerbitkan buku terkait dengan tema revolusi mental. Banyaknya peserta lomba tematik revolusi mental menunjukan bahwa banyaknya masyarakat yang antusiasme dengan gerakan nasional revolusi mental ini.

Dari hasil paparan keempat narasumber dapat diambil beberapa poin kesimpulan, anatara lain: Pertama, tantangan terhadap media bagaimana peran media bisa mempengaruhi dan mengajak masyarakat kepada perubahan besar yang lebih baik. Kedua, media harus mampu membuat tayangan yang kreatif namun edukatif, dan tetap menghibur. Poin yang terakir ialah bahwa konten edukasi masih kurang mendapat perhatian, untuk itu pentingnya media mainstream agar dapat menjaga penyiaran dari konten negatif. Selain itu, karena televisi masih menjadi acuan masyarakat dalam mencari informasi, hiburan, dan pendidikan, media harus memasukan hal-hal positif dalam penayangan program televisi serta memasukan nilai-nilai revolusi mental didalamnya.

Categories: