Oleh humas2 on June 15, 2017

Jakarta (14/06) – Memasuki tahun ketiga pelaksanaan program Revolusi Mental, pemerintah berharap aparatur daerah di Kabupaten/ Kota lebih memahami apa yang dimaksud dengan Revolusi Mental. Selain itu, pemerintah daerah juga harus bersiap menyambut pelaksanaan Jambore Revolusi Mental pertama pada 25-27 Agustus mendatang di Kota Solo, Jawa Tengah. Demikian diungkapkan oleh Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) I Nyoman Shuida saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Akselerasi Program Revolusi Mental Melalui Gugus Tugas Daerah dan Persiapan Jambore Revolusi Mental di Hotel Grand Mercure Jakarta.

Pada kesempatan itu, Shuida menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengirimkan surat edaran kepada pemerintah daerah terkait pembentukan gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Karenanya Gugus Tugas Nasional GNRM di Kemenko PMK pun merangkul Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pembentukan Gugus Tugas GNRM di daerah. Apalagi payung hukum GNRM berupa Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2016. Inpres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 6 Desember 2016. Setelah 6 bulan Inpres tersebut, Gugus Tugas GNRM pun harus melaporkan sudah sejauhmana implementasi Revolusi Mental kepada Presiden Joko Widodo. Atas dasar itulah Rakor ini dirasa penting.

“Revolusi Mental sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Founding Father kita, Bung Karno pernah menyuarakan pentingnya Revolusi Mental bagi bangsa ini. Gagasan itu kembali digaungkan oleh Presiden Joko Widodo saat ini. Saya berharap melalui Rakor ini, bapak/ ibu dari daerah mampu menjadi pilot/ pionir GNRM di Kabupaten/ Kotanya,” tegas Shuida.

Rakor Akselerasi Program Revolusi Mental Melalui Gugus Tugas Daerah dan Persiapan Jambore Revolusi Mental diselenggarakan selama tiga hari (14-16 Juni 2017) di Jakarta. Rakor yang dihadiri Dinas Kesbangpol daerah dan ormas ini pada hari pertama diperuntukan untuk wilayah barat Indonesia. Pada hari berikutnya untuk wilayah tengah dan timur Indonesia. Rakor itu sendiri menghadirkan Muhlis Yusuf, anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Iwan Eka Setiawan, Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK, dan Prabawa Eka Soesanta, Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri sebagai narasumber.  PS

Categories: