Oleh humas2 on April 13, 2017

Jakarta (13/04)—Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo, memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Inpres Nomor 3 Tahun 2017 dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengawasan Obat. Rakor yang dilaksanakan di lantai 3 kantor Kemenko PMK hari ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi komitmen Pemerintah dalam pelaksanaan Inpres Nomor 3 Tahun 2017 khususnya dalam peningkatan efektivitas pengawasan obat.

Berkaitan dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Obat dan Makanan pada tanggal 10 Maret 2017, telah diinstruksikan kepada kementerian/ lembaga untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, meliputi pengawasan untuk sediaan farmasi, yang terdiri dari obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetik, ekstrak bahan alam, suplemen kesehatan, pangan olahan dan bahan berbahaya yang berpotensi disalahgunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2017 Menteri Kesehatan memiliki peranan penting untuk melakukan koordinasi dan sinergi dalam menyusun dan menyempurnakan regulasi di bidang pengawasan sediaan farmasi serta tata kelola dan bisnis proses pengawasan sediaan farmasi yang transparan dan akuntabel untuk meningkatkan keamanan, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi. “Tapi tidak hanya sampai disini, saya juga berharap pemerintah mampu mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan obat melalui berbagai instrumen. Melalui poster, leaflet, ataupun QR Code reader application. Karena setiap produk baru harus dilengkapi dengan QR Code nantinya”, ujar Sigit dalam paparannya.

Turut hadir pula dalam rapat kali ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, dan Sekretaris Utama Badan POM.

Categories: