Oleh humas2 on August 11, 2017

Jakarta (11/08) – Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosialdan Dampak Bencana Masmun Yan Manggesa, hari inimenerima audiensi Bupati Kab Banggai, Herwin Yatim, terkait dengan rencana persiapan sinergi pembangunanperdamaian integratif di Kab Banggai.

Di awal, Herwin Yatim memaparkan tentang karakteristikbudaya dan etnik, potensi pertanian, perkebunan, sertapariwisata di Kab Banggai. Kabupaten yang dijulukilumbung beras ini juga kaya akan hasil laut. Pada bulan Maret2017, tercatat Kab Banggai untuk pertamakalinyamengekspor hasil lautnya ke Los Angeles via PelabuhanTangkiang.

Dengan semboyan momposaangu tan’ga mombolakon tanoyang berarti mempersatukan tujuan dan membangun tanah Banggai, masyarakat banggai penuh keterbukaan menerima dan damai hidup berdampingan dengan etnis lainnya sebagai bentuk kepatuhan pada NKRI.,Herwin Yatim juga memaparkan bagaimana Dia dan jajarannya termasuk Kesbangpol, sangat aktif memediasimasyarakatnya jika terdapat/ terjadi potensi konflik di daerahnya. Pemerintah Kab Banggai bahkan sudahmemiliki sejumlah regulasi daerah untuk mencegah konflik.

Program-program aksi daerah kerap dilakukan untukmencegah konflik, seperti misalnya ikrar kebangsaan pasca pilkada, rekonsiliasi elemen masyarakat dalam program 100 hari pertama bupati dan wakil bupati, dialog, silaturahmi dan sosialisasi visi misi bupati dan wakil bupati melalui kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, sambutan tertulis Bupati Banggai yang dibacakan serentak oleh camat, kades se-kabupaten banggai tentang pesan-pesan perdamaian dan kerukunan umat beragama pada hari-hari besar keagamaan (Idul Fitri), hingga dialog kebangsaan.

Selama ini pun, Pemkab Banggai secarakonkrit berupaya untuk menangani konflik yang terjadi di masyarakat, seperti responsif terhadap aspirasi masyarakat, penyelesaian persuasif secara tuntas, komitmen yang kuat untuk solusi penyelesaian, dan surat edaran larangan penutupan akses jalan raya oleh masyarakat.

Herwin Yatim juga melaporkan, bahwa sosialisasi GerakanNasional Revolusi Mental (GNRM) juga berjalan denganbaik. Pemerintah Kabupaten Banggai bahkan menggunakanbahasa lokal untuk mengajak masyarakat membuang sampahpada tempatnya dan membersihkan sampah-sampah jikaterjadi banjir.

Merespon laporan Herwin Yatim, Masmun Yan Manggesamenyatakan bahwa apa yang dilakukan Pemkab Banggai sudah sangat baik. Asisten Deputi Konflik Sosial Ponco Respati Nugroho menyatakan, bahwa Kab Banggai akan dijadikan satu wilayah percontohan dari rencana kegiatan sinergi pembangunan perdamaian integratif yang bersifat lintas kementerian/lembaga.mKegiatan ini awalnya diinisiasi oleh pihak masyarakat (Proseven) dan PT. Donggi Sinoro  yang difasilitasi oleh Kementerian Desadan PDT untuk program terpadu pembangunan Desa Mandiri.

Kemenko PMK, dalam kegiatan ini juga akan sekaligusmenyelenggarakan pertemuan (Kementerian/Lembaga, Pemda, Swasta dan Masyarakat) untuk menyampaikan materiGerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) denganmengambil tema “Internalisasi GNRM dalam KeserasianSosial.” Sementara, Kemensos akan menyelenggarakankegiatan Keserasian Sosial yang bertujuan untuk membangunkohesi sosial dan kompetensi penanganan konflik sosial,  didua desa di Kabupaten Banggai, yang terdiri dari kegiatanfisik (pembangunan sarana sesai hasil musyawarahmasyarakat desa) dan kegiatan non fisik (forum-forum musyawarah). Kemenko PMK nantinya akan memfasilitasiTOT kepada para calon fasilitator/narasumber pada forum-forum keserasian sosial di kedua desa itu. Di akhir kegiatan Keserasian Sosial yang ditandai denganPembangunan Tugu Keserasian Sosial, direncanakan jugadiadakan pertemuan tingkat Pemda untuk mendeklarasikansesuatu yang terkait dengan Penanganan Konflik Sosial, misalnya Pelopor Perdamaian, Kader Revolusi Mental Penanganan Konflik Sosial, Desa Tangguh Konflik Sosial atau lainnya. (olv)