Oleh humas on September 12, 2018

Jakarta (12/09) -- Pertemuan Tingkat Tinggi People-To-People Exchange Mechanism (HLM PEM) RI-RRT ke empat jika tidak ada aral melintang akan diselenggarakan di Ghuangzhou, Tiongkok pada medio Oktober 2018. Terkait dengan hal tersebut, Kemenko PMK menyelenggarakan Rakor Tingkat Eselon I Persiapan HLM PEM RI-RRT ke 4 Tahun 2018 di salah satu hotel di Jakarta Pusat. 

Melalui Rakor Tingkat Eselon I Persiapan HLM PEM RI-RRT ke 4 Tahun 2018, Seskemenko PMK YB. Satya Sananugraha mengharapkan agar persiapan HLM PEM kali ini membahas acara dan substansi lebih detail. “Utamanya pada level kerjasama RI-RRT,” jelasnya. Seperti diketahui, dalam HLM PEM RI-RRT 2018 nanti, sejumlah usulan kerjasama sudah mencuat. Diantaranya, MoU Between Zhejiang University and Institute Teknologi Bandung to Establish China – Indonesia Joint Center of Ocean Science and Technology ; Mou Between Institute Teknologi Bandung and Beijing University on the Establishment of the China – Indonesia High Speed Railway Research Center ; MoU on Construction of Energy-saving Seawater Desalination Demonstration Project in Sea Island Area by Using Wind-Solar Hybrid Energy ; Agreement between The Government of the People’s Republic of China and The Government of the Republic of Indonesia for Cooperation in Peaceful Uses of Nuclear Energy (BATAN) ; serta Memorandum of Understanding on Multi-Hazard Early Warning System antara BNPB RI dengan Tsinghua University.

Meski begitu dalam HLM PEM RI-RRT 2018, RRT sendiri telah mengusulkan penggabungan High Level Dialog khususnya untuk 3 pilar yang diantaranya, Politik dan Keamanan, Ekonomi serta People-to-People Exchange Mechanism (PEM) yang akan dipimpin oleh Menlu Wang Yi yang juga merangkap State Counselor. Terkait dengan hal itu, Kemenlu RI telah mengusulkan agar pertemuan dipimpin oleh pejabat tinggi yang sesuai portofolio masing-masing, seperti tahun sebelumnya. Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono selaku koordinator PEM Indonesia meminta kepada Kuasa Usaha Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr. Sun Weide, agar usulan pelaksanaan HLM PEM Tahun 2018 dituangkan melalui nota diplomatik. Usulan itu sendiri akan dibahas melalui rapat teknis dengan Kemenko Perekonomian dan Kemenko Polhukam. 

Sebelumnya dalam courtesy call tanggal 19 Agustus 2018 dengan Wakil PM RRT yang baru, Sun Chunlan, Menko PMK Puan Maharani mengharapkannya dapat menjadi co-chair dari RRT pada HLM PEM 2018. Beliau pun setuju akan bersama memimpin HLM PEM 2018. Terkait usulan RRT penggabungan High Level Dialog khususnya untuk 3 pilar yang diantaranya, Politik dan Keamanan, Ekonomi yang akan dipimpin oleh State Counselor, Kemenko Perekonomian pun mengharapkan perlunya ada kesetaraan mengingat dari RI juga akan dipimpin oleh Menko Perekonomian, Sementara Kemenlu seperti di awal berita mengusulkan agar pertemuan dipimpin oleh pejabat tinggi yang sesuai portofolio masing-masing, seperti tahun sebelumnya dan dilaksanakan secara terpisah dengan pilar lainnya. 

Hadir dalam Rakor Tingkat Eselon I Persiapan HLM PEM RI-RRT ke 4 Tahun 2018, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Akbar Dharmaputra, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti serta perwakilan Kemenpar, Kemenkes, BATAN dan BPPT. 

Categories: