Oleh humas on October 05, 2019

Foto : 

  • Deni Adam Malik

Surabaya (4/10) -- Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra didampingi Asisten Deputi Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK, Wagiran menyampaikan Sosialisasi  Peningkatan Peran Sivitas Akademika dan Mahasiswa Fisip Universitas Airlangga (Unair) dalam Perlindungan Perempuan dan Anak. Sosialisasi dilaksanakan di ruang rapat Fisip Unair, Surabaya, Jum'at pagi (4/10).

Mengawali sambutannya, Ghafur menyampaikan mengenai tugas pokok dan fungsi Kemenko PMK dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, inti dari tupoksi Kemenko PMK adalah bersentuhan langsung dengan manusia, yaitu bagaimana manusia Indonesia tercukupi atau terpenuhi kebutuhan dasarnya diantaranya berupa kesehatan, pendidikan, rasa aman, kesejahteraan, termasuk soal perlindungan perempuan dan anak. Namun semuanya dilakukan dalam kerangka koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian, sebab Kemenko PMK bukan Kementerian teknis.

Lebih jauh Ghafur menjelaskan mengenai kondisi yang dialami perempuan saat ini. Menurut Ghafur ada realita ketidakadilan terhadap kaum perempuan oleh karena itu perempuan menjadi serba tertinggal dan terbelakang. Melihat realita tersebut, perempuan harus diberdayakan dengan cara diberikan kesempatan dan diberikan akses dalam pembangunan.

Namun pada kenyataannya, dalam masyarakat itu sendiri masih ada sikap dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan  melalui budaya patriarki. Akibatnya kaum perempuan mengalami hambatan perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan bahkan terancam kehidupannya. Terkait hal tersebut, menurut Ghafur, diperlukan peran serta universitas, salah satunya dengan cara mengadakan riset atau memberikan kontribus pemikiran yan dapat menjadi justifikasi untuk merubah pemikiran masyarakat mengenai perempuan.

"Oleh karena itu tujuan kam melaksanakan sosialisasi adalah dalam rangka memperluas koordinasi dan
 kemitraan sert menyamakan persepsi dengan stakeholder terkait termasu diantaranya pihak Sivitas Akademika Fisip Unair. Diharapkan Fis Unair melalui stu perempuanny tidak hany melakukan penelitian saja namun dapat juga membuat program yang aplikatif dalam rangka pemberdayaan perempuan," harap Ghafur. 

Turut hadir dalam sosialisasi, Wakil Dekan III Fisip Unair, Prof. Dra. Myrtati Dyah Artaria, M.A, Ph. D., Ketua  Pusat Studi Gender dan Anak Fisip Unair sekaligus Ketua Asosiasi  Studi Wanita, Gender dan Anak Indonesia (ASWGI)  Prof. Dr. Emy Susanti, M.A., Ketua Departemen Administrasi Negara, Sulikha Asmorowati, S. Sos, M. DEVSt, Ph. D, serta para mahasiswa S1 dan S2  Fisip, Unair. 

Reporter: 

  • Deni Adam Malik