Oleh humas2 on February 17, 2017

Jakarta (17/02)--- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan siang ini menggelar Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional yang berlangsung di Ruang Rapat Taskin Kemenko PMK, Jakarta Pusat. Rakornis membahas tentang pembuatan Road Map Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional dan penyusunan Tim Kerja gabungan dari PSSI dan K/L terkait. Hadir dalam rapat Seskemenko PMK, Staf Ahli Bidang Kependudukan, Wakil Ketua PSSI, Djoko Driyono; Wartawan Senior Kompas, Yesayas Oktavianus; Ketua Pokja percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional, Sihar Sitorus; dan para perwakilan dari Kemenpora, Kementerian Agama, dan Stakeholder terkait lainnya. 

Dalam pembukaannya, Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, I Nyoman Shuida, mengatakan dalam arahannya pada Ratas mengenai Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional beberapa waktu lalu, Presiden menugaskan Menko PMK untuk segera menyusun kegiatan pengembangan sepakbola nasional dan membentuk Tim Penyusunan Program dan Pengembangan Sepakbola yang terdiri dari PSSI dan K/L terkait. “Diharapkan pada rapat ini dapat dikumpulkan masukan-masukan produktif dalam K/L dan Stakeholders terkait persepakbolaan nasional dalam rangka mendukung percepatan  Pembangunan Sepak Bola Nasional," kata Nyoman. Nyoman menambahkan ada empat area yang difokuskan dalam Pembangunan Sepak Bola Nasional Antara lain SDM, Infrastruktur, Organisasi, dan Kompetisi. 

Sementara itu, Ketua Pokja Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional, Sihar Sitorus, mengatakan kondisi saat ini jumlah pemain sepakbola di Indonesia rasionya hanya 67 Ribu atau 0,0026 persen dari jumlah penduduk yang berjumlah 250 Juta orang. “Oleh karenanya perlu dihidupkan kembali permendagri No.59 Tahun 2007 guna mendukung pembinaan usia muda," kata Sihar. Dari sisi kepelatihan, Indonesia kata Sihar perlu sering mengadakan kursus kepelatihan berlisensi untuk pelatih-pelatih di daerah. ‘”Saat ini kita hanya ada 197 pelatih yang berlisensi A/B/C dari AFC/FIFA," kata Sihar lagi. Sebagai contoh saat ini Spanyol memiliki 22.000 pelatih dari AFC/FIFA. Oleh karenanya Sihar meminta agar pelatihan atau kursus berlisensi terhadap pelatih-pelatih di daerah agar rutin dilaksanakan. 

Dari sisi infrastruktur Indonesia masih memerlukan perbaikan. Minimnya fasilitas pendukung membuat pembinaan sepakbola di daerah lambat. Pemerintah merencanakan akan membangun fasilitas-fasilitas pendukung yang berstandar nasional maupun internasional. 

Menanggapi pemaparan dari Ketua Pokja Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional, Wakil Ketua PSSI, Djoko Driyono menyatakan siap mendukung dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait. PSSI juga menurut Djoko sudah menyiapkan road map untuk Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. Wartawan Senior Kompas, Yesayas Oktavianus, meminta PSSI dan pemerintah untuk fokus dalam pembinaan usia dini. Menurut Yesayas, Presiden Jokowi meminta sepakbola berprestasi tidak sekedar merakyat seperti era Presiden Soeharto. “Infrastruktur, SDM, kompetisi, dan organisasi memegang peran penting dalam pembenahan sepakbola nasional," ungkap Yesayas. Pembangunan infrastruktur juga harus difokuskan pada daerah-daerah yang telah memiliki kultur sepakbola yang baik seperti Papua. (Dwi)