Oleh humas2 on March 16, 2017

Jakarta (15/03) – Untuk membangun sistem dan meningkatkan koordinasi dalam bidang Kepramukaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Keasdepan Kepemudaan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Peningkatan Peran Gerakan Pramuka.
 
Sebagai informasi, pembinaan kepemudaan tersebar di beberapa K/ L serta pihak-pihak lain di luar Pemerintah. Oleh karena itu demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan kegiatan perlu dilakukan koordinasi lintas K/L dan pemangku kewajiban lainnya. Gerakan Pramuka sebagai organisasi pelaksana pendidikan kepramukaan sebagaimana dalam UU No. 12 Tahun 2010 juga  merupakan salah satu lembaga pendidikan karakter yang konsisten menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda serta pembangunan manusia. 
 
Rakornis yang dipimpin Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat ini juga diharapkan dapat menggambarkan program dan kegiatan gerakan Pramuka terhadap RPJMN 2015-2019 serta mengintegrasikan pendidikan Kepramukaan secara optimal. Termasuk adanya pemetaan kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan K/L. Serta pengembangan terus penanaman nilai – nilai Gerakan Pramuka (3K), yaitu karakter, kompetensi, kolaborasi sejalan dengan tiga nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong.
 
Pada kesempatan tersebut, Rakornis juga diisi dengan paparan dari Kemenpora terkait “Pelaksanaan program/kegiatan Kepramukaan berdasarkan RPMJN 2015-2019.” Sedangkan Kwarnas Gerakan Pramuka menyampaikan “Capaian pelaksanaan kegiatan hingga tahun 2016 serta rencana kegiatan di tahun 2017 dan seterusnya.” Sementara, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertahanan,  Kementerian Sosial dan Badan SAR Nasional memaparkan Program/ Kegiatan Pramuka yang terdapat di instansinya.