Oleh humas on December 05, 2019

Foto : 

  • Deni Adam Malik

Jakarta (4/12) -- Mewakili Seskemenko PMK, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK, Yohan memberikan arahan pada rapat koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian (KSP) Rencana Aksi Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme tahun 2020 di Wilayah Sulawesi Tengah. Rapat diselenggarakan di Hotel Ibis Style, Jakarta (4/12).

Mengawali arahannya, Yohan menyampaikan, bahwa pertemuan ini dalam rangka menyamakan persepsi, koordinasi, sinkronisasi serta pemahaman bersama terkait rencana aksi K/L dalam penanggulangan terorisme tahun 2020. "Mari kita menyisir kembali hal-hal apa saja yang akan dilakukan dalam rangka sinergisitas antar K/L untuk penanganan terorisme," ajak Yohan.

Penanganan terorisme, kata Yohan, saat ini tidak lagi menggunakan pendekatan senjata tetapi menggunakan pendekatan humanis. Untuk itu peran Kemenko PMK menjadi sangat strategis dalam mengkordinasikan K/L yang berada di dalam koordinasi PMK dalam penanganan terorisme. "penanganan teroris dengan pendekatan senjata tidak akan mempan, tetapi dengan pendekatan kesejahteraan akan berdampak luas," jelasnya.

Pertemuan ini, tambah Yohan, juga dalam rangka mencari format penyederhanaan laporan serta penyusunan dan penyamaan rencan aksi (Renaksi) K/L terkait penanganan terorisme. Dan yang tidak kalah penting, kata Yohan, adalah inventarisasi kegiatan dan program K/L yang nantinya akan dimasukkan dalam RAN bersama.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Bidang Konflik Sosial Kemenko PMK, Ponco Respati Nugroho, menurutnya, keterlibatan Kemenko PMK dalam penanggulangan terorisme di mulai dari penyusunan rencana aksi, implementasi, monitoring dan evaluasi kegiatan. Dengan cakupan wilayah kerja, kontra radikalisme, deradikalisasi, sarana kontak atau kesiapsiagaan.

Sejak tahun 2018, lanjut Ponco, Kemenko PMK telah melaksanakan koordinasi dalam penanggulangan terorisme melalui tiga upaya (kontra radikalisme, deradikalisasi, sarana kontak) di sejumlah daerah di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah."Kedepan kita diajak ke tiga wilayah ini, namun dengan daerah sasaran yang relatif berbeda," ujarnya.

Untuk tahun 2020, Kata Ponco, ada dua poin yang menjadi perhatian bersama. Pertama, perlunya penguatan substansi penanggulangan terorisme dalam kegiatan K/L. Kedua, penguatan koordinasi antara K/L - BNPT - Pemda."Dengan catatan tersebut, forum ini mencoba memahami kemana arah sinergisitas di tahun 2020 nanti," kata Ponco.

Hadir dalam rapat perwakilan BNPT, Kemenkes, Kemenag, Kemensos, Kemendikbud, Ristek Dikti, Kemendest DT, LPSK, Kemen PPA, KPAI, serta K/L lainnya yang terkait.

Kategori: 

Reporter: 

  • Deni Adam Malik

Editor: 

  • Deni Adam Malik