Oleh humas on February 07, 2018

Jakarta (07/02) – Asisten Deputi (Asdep) Urusan Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama, dan Keagamaan, Kemenko PMK, Sahlan Masduki, memimpin rapat koordinasi teknis terkait Peran PTKN dalam Mewujudkan Gerakan Revolusi Mental. Rakornis diselenggarakan di ruang rapat Lt.4, Kemenko PMK, Jakarta. Hadir dalam rapat Direktur Pendidikan Katolik, Direktur Pendidikan Budha, dan Direktur Pendidikan Islam, Kementerian Agama. “Berdasarkan Instruksi Presiden No.12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM,) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) diinstruksikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental,” demikian disampaikan Sahlan.

Revolusi Mental, menurut Sahlan, memiliki peran penting untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia, membangun budaya bangsa yang bermartabat,modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan pancasila. “Dan semuanya itu mengacu pada tiga nilai dasar revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong,” jelas Sahlan.

Menurutnya, Sebagai agen perubahan, perguruan tinggi keagamaan mempunyai peran yang strategis dalam mendorong percepatan perubahan sikap mental dan perilaku menuju yang lebih baik serta sebagai produsen  calon pemimpin bangsa. “Hal ini tentunya sejalan dengan gerakan revolusi mental, apalagi dalam proses pembelajaran mengandung muatan pembangunan karakter yang merupakan never ending process,” ungkap Sahlan. Menurut Sahlan, PTKN harus turut berperan aktif dalam melaksanakan gerakan revolusi mental, salah satunya dengan ikut program Kuliah Kerja Nyata (KKN) RM. “ Tahun lalu ada 48 perguran tinggi, 34 dari PTN dan 14 berasal dari PTKN. Adapun untuk tahun ini hanya 34 perguruan tinggi, 24 berasal dari PTN dan 9 dari PTKN,” ungkap Sahlan. (*)

Categories: