Oleh humas on December 07, 2017

Jakarta (07/12) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kembali melaksanakan fungsi koordinasi, singkronisasi dan pengendalian (KSP) kegiatan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) yang kali ini dipusatkan di Balai Warga, Kelurahan P. Panggang, Kabupaten Administartif Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (7/12). Kegiatan GBBS merupakan kerja bareng dengan Kemenko Maritim, Kemenko Perekonomian, Kemendikbud, Kemenpar, Kemen LH, Bank Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif, Pemkab Kepulau Seribu, dan kelompok masyarakat lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Pramuka ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah dan dihadiri oleh Wabup, Sekkab, tokoh masyarakat, agama, komunitas serta K/L terkait lainnya.

Dohardo Pakpakhan, selaku Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK yang juga Ketua Panitia Pelaksana GBBS di Kepulauan Seribu dalam pidato laporannya menyampaikan bahwa gerakan bersih dan senyum merupakan kegiatan bersama Kemenko PMK dengan Kemenko Maritim. Kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan yang dapat diimplementasikan dalam berbagai kelompok social dan budaya karena diyakini budaya bersih dan senyum adalah karakter bangsa yang sehat.

“Gerakan ini pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pariwisata di Indonesia, khususnya di Kepulauan Seribu karena lokasi dan masyarakat akan berubah dan lebih ramah terhadap kunjungan wisatwan,” terang Dohardo.

Asisten Deputi Bidang Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari menyampaikan bahwa secara historis, GBBS lahir seiring dengan ditetapkannya Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 2011.  Menurutnya, GBBS merupakan salah satu cara untuk mempercepat tercwujudnya kesadaran masyarakat Indonesia agar berbudaya bersih dan peduli pada kebersihan lingkungan serta berkepribadian ramah dan murah senyum. Dan tentunya, GBBS merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Melalui GBBS ini, lanjut Pamuji, setiap orang dan keluarga diharapkan bisa menanamkan kesadaran berbudaya bersih dan senyum sejak dini kepada anak-anaknya. Bila setiap kepala daerah di kota-kota di Indonesia bisa mengajak warganya untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dan ramah kepada tamu yang datang. Juga, bila pihak swasta dan media massa mau ikut berperan mendorong agar masyarakat cinta bersih dan ramah lingkungan, rasanya tidak sulit untuk membuat dunia percaya bahwa negara ini telah berbudaya bersih.  

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah mengatakan bahwa kegiatan GBBS yang di koordinasikan oleh Kemenko PMK sejalan dengan apa yang ada di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu yakni gerakan bersih, sehat dan senyum. "Ini sangat positif, tentu kita akan berikan dukungan yang luar biasa, dengan ini mereka lebih kenal Kepulauan Seribu. Kita juga berharap gerakan ini ini bisa diimplementasikan oleh semua anak-anak, semua komponen yang ada dan bahkan bisa menjadi budaya," tandasnya.

Kegiatan GBBS kali ini diikuti oleh  200 orang siswa SD, SMP, SMA dan MI yang merupakan perwakilan dari 7 sekolah yang ada di Kepulauan Seribu. Kegiatan diawali dengan aksi nyata dengan membersihkan sampah dilingkungan pemukiman warga. Kemudian,  meninjau rumah kreatif dimana sampah-sampah plastik didaur ulang menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis seperti pembuatan echo brick. Kegiatan dilanjutkan dengan menanam mangrove. Kegiatan berlanjut pada acara sosialisasi GNRM dan GBBS yang disampaiakn oleh Asdep Warisan Budaya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan kesenian para siswa yang bertemakan kebersihan dan senyum.  (DAM)

Categories: