Oleh humas2 on April 06, 2017

Jakarta (06/04) ---Asisten Deputi bidang Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Herbin Manihuruk, memimpin rapat koordinasi (rakor) yang membahas progress dukungan program/kegiatan ekspedisi NKRI 2017 di Millenium Hotel Sirih, Jakarta Pusat. Tujuan dilaksanakannya rakor pada siang hari ini adalah untuk membahas sejauh mana kemajuan dukungan program/kegiatan ekspedisi NKRI 2017 baik dalam hal penetapan lokasi,  jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, volume kegiatan, serta jumlah anggaran yang bersumber dari K/L di bawah koordinasi masing-masing kedeputian di lingkup Kemenko PMK. Selain itu, dalam kesempatan ini dibahas pula rencana rakor persiapan kegiatan Ekspedisi NKRI dengan Pemerintah daerah, K/L, dan dunia usaha yang akan dilaksanakan di Kab. Merauke pada minggu terakhir bulan April 2017 nanti. "Progress dukungan program/kegiatan ini akan menggambarkan sejauh mana kesiapan pelaksanaan ekpedisi NKRI 2017 yang kemudian akan lebih ditajamkan lagi pada rakor di Merauke nanti," jelas Herbin di awal pengantarnya.

Berbagai dukungan program/kegiatan Ekspedisi NKRI 2017 dari masing-masing kedeputian di lingkup Kemenko PMK yang telah diinventarisasi di antaranya program pemukiman untuk masyarakat, program GERMAS, program sekolah ramah anak, program Pemberdayaan Kawasan Desa, Program Gerakan Nasional Revolusi Mental, Program Gelar Budaya, Program BPJS, dan beberapa program lainnya.

Ekspedisi NKRI 2017 merupakan gabungan antara Ekspedisi Bhakti PMK dengan Ekspedisi NKRI yang sebelumnya rutin digelar setiap tahunnya secara terpisah. Pada tahun ini, dua kegiatan itu dipadukan menjadi satu nama yaitu Ekspedisi NKRI 2017 yang bertujuan untuk melakukan identifikasi pengembangan potensi sumber daya alam; Meningkatkan pelayanan kemasyarakatan terutama pada bidang pembangunan manusia dan kebudayaan; dan  Meningkatkan partisipasi masyarakat terutama generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan, serta dapat Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan mengambil thema  “Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam Indonesia", Ekspedisi NKRI 2017 diikuti oleh 600 orang dari berbagai daerah di Indonesia, dan 400 orang dari mahasiswa/pemuda lokal. Tim ini direncanakan akan memulai misi ekspedisinya pada Juli hingga November 2017 dan akan menyusuri Rute yang melalui empat Kabupaten di Provinsi Papua yaitu Kab Asmat, Kab Mappi, Kab Boven Digul, dan Kab Merauke. Sementara Ekspedisi Bhakti PMK akan menempuh rute pelayaran Jakarta - Makassar - Pulau Raha (Muna) - Ambon - Tual - Dobo - Agats - Merauke. Misi pelayaran Bhakti PMK akan digelar selama 30 hari dan akan berangkat dari Jakarta mulai Oktober dan kembali pada November 2017.

Hadir dalam kesempatan ini Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia, Ade Rustama; Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Aris Darmansyah Edisaputra; Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus, Wijanarko Setyawan; Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Marwan Syaukani; Para Kepala Bidang terkait di lingkungan Kemenko PMK; dan Beberapa Perwakilan dari KOPASSUS. (rhm)