Oleh humasnew on September 16, 2018

Jakarta (16/09)- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berperan serta dalam Deklarasi Kampanye Nasional Pencegahan Stunting,  di Monas Jakarta,Minggu (16/9). Kemenko PMK diwakili DeputiDeputi bidang Koordinasi bidang Peningkatan Kesehatan, Sigit Priohutomo. 

Deklarasi Kampanye Nasional Pencegahan Stunting di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Deklarasi Gerakan nasional  yang mengambil tema  “Cegah Stunting untuk Generasi Cerdas Indonesia” menandai bahwa Pemerintah resmi memulai Kampanye Nasional Pencegahan Stunting. Hadir dalam deklarasi ini Menteri Kesehatan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Banten, dan Wakil Gubernur DIY

Deklarasi di Monas menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan pencegahannya. Acara ini melibatkan 5.000 peserta dari berbagai kalangan, di antaranya TPP-PKK DKI Jakarta, Kader Posyandu DKI Jakarta, tutor PAUD DKI Jakarta, Persit Kartika Chandra Kirana, Pia Ardhya Garini, Jalasenastri, dan pegawai Kementerian Kesehatan. Dukungan juga mengalir dari Bhayangkari, mahasiswa program gizi di sekitar DKI Jakarta, dan komunitas pesepeda Bike to Work (B2W). 

Dalam sambutannya, Moeldoko meminta seluruh keluarga di Indonesia untuk sama-sama bergerak melawan stunting. Menurutnya, pencegahan terjadinya stunting bisa dimulai dari memperkuat pertahanan keluarga. Periode rawan terjadinya stunting terjadi saat ibu-ibu hamil dan anak-anak yang baru berusia dua tahun.Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh keluarga di Indonesia agar memperhatikan gizi. 

Moeldoko juga mengingatkan bahwa masalah stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin saja. Hal serupa juga bisa terjadi di keluarga yang dianggap mampu secara ekonomi.

"Stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin. Stunting juga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa," tegasnya

Categories: