Oleh humas on May 07, 2018

Bali (7/05) - Asisten Deputi Urusan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Naalih Kalsum pagi ini waktu indonesia bagian tengah membuka pertemuan Simulasi Respon Darurat Kesehatan Hewan Zoonosis dan Koordinasi Lintas Sektoral Dengan Pendekatan One Health di Hotel Harris, Kuta, Bali. Hadir dalam pertemuan tersebut K/L terkait antara lain Kementerian LHK, Kemendagri,  BNPB, Kementan, Kemenkes, Dinas Pertanian & Pertenakan, Dinas Kesehatan, dan BPBD se provinsi Bali serta pemangku kepentingan lainnya. 

Simulasi yang berlangsung dari 7-9 mei itu diikuti 60 orang peserta petugas dari Dinas Pertanian dan Perternakan, BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan se Provinsi Bali. Simulasi ini bertujuan untuk merespon dan mengendalikan penyakit zoonosis atau wabah EID dengan pendekatan one health, mengidentifikasi keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan petugas lapang. Metode yang digunakan yaitu melalui diskusi interaktif dan praktek. Selain simulasi, digelar juga pemaparan oleh narasumber dari Kementan, Kemenko PMK, Kemendagri, dan BNPB. 

Dewasa ini berkembangnya penyakit zoonosis yang menyebabkan kematian pada manusia. Penyakit ini menular secara alamiah dari hewan ke manusia. Untuk mengantisipasi merebaknya wabah zoonosis diperlukan pemahaman secara menyeluruh mengenai penyakit atau infeksi tersebut. Selain itu adanya kerjasama lintas sektor yang dapat memutuskan rantai penyebab timbulnya zoonosis. Salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit zoonosis adalah dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit-penyakit zoonosis strategis melalui sosialisasi.

Zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara, yaitu kontak langsung dengan hewan pengidap zoonosis dan kontak tidak langsung melalui vektor atau mengonsumsi pangan yang berasal dari ternak sakit, atau melalui aerosol di udara ketika seseorang berada pada lingkungan yang tercemar. Penyakit yang diderita ternak selama pemeliharaan dapat menular ke manusia melalui konsumsi bahan pangan asal ternak tersebut. Berbagai penyakit ternak saat ini sedang berjangkit di beberapa daerah di Indonesia

Zoonosis pada manusia dan hewan merupakan kendala dalam usaha peternakan dan kesehatan manusia. Penyakit ini harus mendapat perhatian yang serius dari lembaga terkait untuk menekan penyebarannya. Beberapa kasus zoonosis di Indonesia diduga karena tertular ternak atau hewan kesayangan. Hal ini menuntut kerja sama yang sinergis antara dokter hewan dan dokter manusia, termasuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat, terutama pada daerah endemis.

Oleh karena itu, perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pentingnya konsep baru ‘one world, one medicine, one health’ untuk diperkenalkan secara luas dan berkesinambungan. Beberapa pakar negara menghimbau kerjasama yang lebih terintegrasi dan sinergis antara dokter hewan dan dokter dalam mengantisipasi kebangkitan penyakit-penyakit zoonosis yang berpotensi epidemik. Sampai saat ini kedokteran dan kedoteran hewan dipandang sebagai sektir dan identitas yang terpisah di hampir semua negara. Meskipun pada kenyataannya, ada banyak hal-hal yang tumpang tindih antara kedua sektor ini, terlebih lagi apabila menyangkut kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit-penyakit yang bisa ditularkan ke manusia (zoonosis).

Konsep One Health adalah strategi di seluruh dunia untuk memperluas kolaborasi interdisipliner dan komunikasi dalam semua aspek pelayanan kesehatan bagi manusia, hewan dan lingkungan. Beberapa Kementerian yang terdiri Kemenko PMK, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, dan Kementerian Kesehatan menyusun skema berfungsi sebagai sebuah kerangka kerja untuk perencanaan komunikasi bernama ‘One Health’ untuk pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) yang bersifat lintas sektor.Kerjasama ini dilakukan dalam upaya mewujudkan penguatan sistem pelayanan kesehatan hewan nasional di Indonesia.(dwi) 

Categories: