Oleh humas2 on April 18, 2017

Jakarta (18/04) – Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad  Choesni, memberikan sambutan sekaligus membuka acara Seminar Dalam Rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2017.

Bertempat di Hotel Grand Mercure, Jakarta, seminar kali ini memiliki tema Hidup bermartabat di usia senja, Lanjut Usia sejahtera dengan sub tema “Bersama membangun kepedulian terhadap Lanjut Usia” diisi oleh dua orang narasumber diantaranya Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial), Haryono Suyono dan Ketua Pusaka 1 (Pusat Santunan Dalam Keluarga), Zaenuddin.

Dalam sambutannya Choesni menyampaikan bahwa proporsi penduduk lanjut usia yang semakin besar membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan. Secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit. Secara ekonomi, umumnya lansia lebih dipandang sebagai beban daripada sumber daya. Secara sosial, implikasi dari perubahan pola kehidupan, sistem kekeluargaan dan nilai sosial, secara faktual masih ditemui lansia dalam kondisi terlantar, menjadi korban tindak kekerasan dan tereksklusi secara sosial.

“Keluarga yang memiliki lanjut usia dipersiapkan agar dengan kasih sayang memelihara serta memberi kesempatan kepada para lanjut usianya agar hidup nyaman dan merasa betah berada dalam lingkungan keluarganya. Hanya dalam keadaan terpaksa, apabila tidak ada keluarganya, lanjut usianya bisa ditempatkan di Panti”, ujar Choesni.

Saat ini, menurutnya, Pemerintah juga sedang berusaha dan bekerja keras meningkatkan peran dan fungsinya sebagai, regulator, motivator, stimulator, fasilitator bahkan akselerator dalam rangka mempercepat implementasi program yang berpihak pada lanjut usia, penguatan peran dunia usaha dan peran keluarga.

Pada akhirnya dengan digelarnya seminar yang dihadiri oleh peserta dari berbagai Kementerian dan Lembaga ini, Kemenko PMK berharap agar para generasi sekarang khusunya generasi muda mampu menunjukan bagian kerja nyata nya untuk mensejahterakan lanjut usia dengan berdasarkan nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yakni integritas, etos kerja dan gotong royong.