Oleh humas on September 23, 2019

Foto : 

  • Deni Adam Malik

Jakarta (23/9) -- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Revitalisasi Satuan Karya (Saka) Gerakan Pramuka. Rapat dilaksanakan di Hotel Haris Vertuu, Jakarta (23/9). Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari berbagai K/L yang bermitra dengan Saka Gerakan Pramuka, Para Pimpinan Saka, serta instansi terkait lainnya.

Mengawali arahannya, Shuida menyampaikan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0 banyak tantangan-tantangan yang akan dihadapi genarasi muda Indonesia diantaranya disintegrasi, hoax, narkoba, pornografi, dan lain sebagainya. Dalam menghadapi itu semua, bangsa Indonesia bersandar pada pembangun karakter bangsa melalui gerakan Revolusi Mental.

"Terus terang kami berharap banyak Pramuka bisa menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa kedepan, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan industri 4.0, yaitu tantangan yang bersifat teknologi dan tantangan yang bersifat kebangsaan," kata Shuida.

Sebagai bagian dari agen perubahan, Saka Pramuka menurut Shuida, dalam agenda revitalisasinya harus ikut merumuskan Peta Jalan serta tata kelola dalam pembangunan karakter. "Kalau kita sepakat Pramuka sebagai bagai dari pembangunan karakter bangsa maka kita harus bersama-sama untuk fokus mengembangkan Pramuka," ujarnya.

Pramuka, lanjut Shuida, kedepannya diharapkan bisa mengakses APBN maupun APBD serta program-program unggulannya sehingga gerakan Pramuka bisa maju dan berkembang. Dengan  begitu Saka-Saka Pramuka akan siap menghadapi tantangan era industri 4.0,  menghadapi bonus demografi, dan menghadapi berbagai tantangan bangsa Indonesia kedepan.

Menurut Shuida, sebagai Kementerian Koordinator, Kemenko PMK hanya bisa memfasilitasi penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Saka Gerakan Pramuka. Diharapkan dari pertemuan ini dapat dihasilkan sebuah sistem pembangunan Gerakan Pramuka yang difasilitasi dan didukung oleh K/L terkait. 

Sebelumnya, Asdep Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh masing-masing Satuan Karya, baik dalam bidang pengelolaan organisasi, maupun penyelenggaraan pendidikan/program.
 
Tujuan lainnya, kata Alfredo, adalah untuk merumuskan peran K/L Saka dalam mendukung upaya revitalisasi Saka dan merumuskan alternatif kebijakan penganggaran Satuan Karya, baik berbasis APBN, APBD maupun sumber lain. Serta inisiasi Penyusunan Roadmap Implementasi (Revitalisasi) setiap Saka.

Lebih jauh Alfredo menjelaskan bahwa Saka merupakan wadah pendidikan penyaluran dan pengembangan minat untuk Penegak dan Pandega yang secara langsung berimplikasi positif bagi peserta didik atau anggota pramuka. Saka, lanjut Alfredo didukung dan difasilitasi oleh berbagai K/L. Untuk itu, perlunya pengembangan kapasitas anggota muda dalam Saka sebagai pusat Job Creation.

"Untuk itu di perlukan revitalisasi Saka untuk membawa Gerakan Pramuka melahirkan generasi muda berkarakter dan berkecakapan hidup sesuai perkembangan zaman serta untuk mengimplementasikan Saka sebagai pusat Job Creation sehingga  diperlukan Roadmap Revitalisasi Saka," jelas Alfredo.

Sementara Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Bidang SAKA, SAKO, dan Gugus Dharma, Kingkin Suroso menjelaskan  mengenai revitalisasi Saka. Menurutnya revitaliasi merupakan tindakan yang terencana secara sistematik, konseptual dan multi dimensi, untuk menggiatkan kembali Satuan Karya baik sebagai satuan organisasi maupun satuan penyelenggara pendidikan kepramukaan.

"Revitalisasi Saka diperlukan karena adanya tuntutan, tantangan dan arah baru sebagai dampak perubahan lingkungan kehidupan, seperti lahirnya era generasi milineal, revolusi industri 4.0, potensi bonus demografi, program nasional generasi emas 1945, serta adanya tuntutan implementasi Renstra Kwarnas 2018-2013," jelas Kingkin.

Sebagai tambahan informasi, saat ini dalam gerakan Pramuka ada 11 Satuan Karya (Saka) yang menjalin mitra dengan K/L diantaranya; Saka Bahari bermitra dengan TNI AL, Saka Bakti Husada bermitra dengan Kemenkes, Saka Bhayangkara bermitra dengan Kepolisian, Saka Dirgantara bermitra dengan TNI AU, Saka Kencana bernitra dengan BKKBN, Saka Taruna Bakti bermitra dengan Kementan, Saka Wira Kartika bermitra dengan TNI AD, Saka Widya Budaya Bakti bermitra dengan Kemendibud, Saka Pariwisata dengn Kemenpar, serta Saka Wana Bakti dan Kalpataru bermitra dengan Kemen LHK.

Reporter: 

  • Deni Adam Malik