Oleh humas on October 31, 2017

Jakarta (31/10)--- Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, Kemenko PMK, Yohan, berksempatan mengunjungi Jombang, Jawa Timur, dalam rangka monitoring dan evaluasi atas kegiatan ASEAN Interfaith Camp 2017 (AYIC) yang berlangsung dari tanggal 27-30 Oktober 2017 lalu di kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu). Pertemuan internasional AYIC 2017 ini dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari 21 Negara, baik Negara Anggota ASEAN maupun Negara Mitra Wicara ASEAN. 

AYIC 2017 adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Pusat Studi ASEAN, Unipdu Jombang, dalam rangka merayakan HUT ASEAN yang ke-50. AYIC 2017 sendiri berada di bawah Pilar Sosial Budaya ASEAN yang diketuai oleh Menko PMK selaku ASEAN Socio-Cultural Council (ASCC) Leader Indonesia.

Kegiatan AYIC  dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan ditutup oleh Menteri Sosial RI. Pada akhir rangkaian kegiatan AYIC 2017, Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, berkenan hadir dan menyampaikan pandangannya mengenai indahnya keberagaman di Indonesia kepada para peserta AYIC 2017. Dengan diselenggarakannya AYIC 2017, Indonesia ingin menyampaikan kepada dunia cerminan kehidupan damai suatu masyarakat yang majemuk di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Diharapkan, melalui dialog dan interaksi antarpeserta AYIC dan para santri di Jombang yang berasal dari  berbagai daerah di Indonesia akan tumbuh rasa saling pengertian sehingga terciptalah suasana dunia yang damai dan stabil. Dokumen keluaran dari kegiatan AYIC 2017 ini adalah Jombang Declaration, dan deklarasi ini akan dilaporkan kepada para Pemimpin Negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, bulan November 2017 nanti. (sumber: Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK)

Categories: