Oleh humas on October 17, 2019

Foto : 

  • Deputi 5

Denpasar (11/10) -- Kemenko PMK berupaya mendorong pelestarian dan pengelolaan Warisan Dunia Subak-Bali Landscape. Hal tersebut ditegaskan Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari dalam  Focus Group Discussion (FGD) dalam Rangka Penyusunan Raperpres Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN) Subak-Bali Landscape di Hotel Aston Kuta Bali.

Pamuji yang dalam hal ini mewakili Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK menjelaskan, Kawasan Subak-Bali merupakan Kawasan hutan, Subak, Mata Air dan Danau, Lansekap Sawah, Sungai dan prasarana SDA, Permukiman Perdesaan, serta Kawasan Suci Pura yang memiliki Filosofi Tri Hita Kara. “Kawasan ini tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia dengan nama Cultural Landscape of Bali Province the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (World Heritage List No. C 1194 Rev) dan masuk dalam Kawasan Strategis Nasional,” ujarnya. 

Secara administratif, wilayah Kawasan Strategis Nasional (KSN) Subak Bali Landscape teridiri dari 5 Kabupaten dan 20 Kecamatan. Delineasi Kawasan Subak Bali Landscape  terbagi dalam Sub Pelestarian (SP-1) dan (SP-2) yang ditetapkan berdasarkan Penetapan UNESCO, unsur filosofis, kemiringan lereng, topografi, penggunaan lahan dan hidrologi yang terdiri dari Pola ruang SP-1 dan SP-2. Pola ruang SP-1 merupakan penjabaran dari hirarki pelestarian perlindungan sumber air dan tinggalan budaya yang bersifat kebendaan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Pola ruang lingdung SP-1 untuk kawasan lindung dan juga pola ruang fungsi budidaya, sementara pola ruang SP-2 ditujukan untuk dapat menjadi zona perluasan dari aktivitas penunjang kawasan lansekap budaya Provinsi Bali. Pola Ruang SP-2 didominasi oleh kawasan budidaya, khususnya kawasan perkebunan, kawasan pertanian lahan basah, kawasan pertanian lahan kering, kawasan permukiman dan kawasan hutan rakyat serta kawasan industri.

“Pengelolaan Subak-Bali memerlukan kebijakan Tata Ruang dalam rangka menjamin terciptanya pelestarian Kawasan Subak Bali Landscape sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Warisan Budaya Dunia. Selain itu, perlu adanya dukungan kelembagaan skala nasional dengan mengupayakan sinergi antara Kementerian/Lembaga (Pemerintah Pusat) dengan Pemerintah Daerah, terutama dalam penyusunan Badan Pengelola dan mengoptimalkan Forum Koordinasi Pengelolaan Warisan Dunia Lansekap Subak Bali,” tegas Pamuji. 

FGD ini juga sempat membahas isu-isu terkait pelestarian Kawasan Subak Bali Landscape, diantaranya: alih fungsi lahan, ketersediaan air, pengembangan pariwisata, infrastruktur, kebijakan dan kelembagaan. Dalam upaya menangani isu-isu tersebut diperlukan sinergi antara Kementerian/Lembaga terkait dengan seluruh pemangku kepentingan. 

Melalui Rapat Koordinasi ini, Kemenko PMK berupaya mendorong pelestarian dan pengelolaan Subak-Bali Landscape melalui identifikasi berbagai isu strategis pengembangan Kawasan Subak Bali Landscape, penghimpunan masukan terhadap arah kebijakan dan konsep pengambangan Kawasan Subak Bali Landscape, serta menyepakati deliniasi kawasan yang akan disusun Rencana Tata Ruang Kawasan Startegis Nasional.

Hadir dalam FGD kali ini, Direktur Jenderal Tata Ruang dan Direktur Perencanaan Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali; dan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Provinsi Bali; Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Tabanan; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Gianyar; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Buleleng; Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kabupaten Badung dan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida; serta Stakehoders terkait.

Foto: Nuswardana Sarodja
Reporter: Usman Manor

Kategori: 

Reporter: 

  • Deputi 5

Editor: 

  • Ponco Suharyanto