Oleh humas2 on August 25, 2017

Sentul, Bogor (25/08)--- Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, Jumat pagi ini berkesempatan memberikan pembekalan kepada para Mahasiswa Kader Surau Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM BRI) di Sentul, Kab Bogor, Jawa Barat. Mahasiswa peserta pembekalan dalam Sarasehan Nasional Kader Surau YBM BRI ini berasal dari Sembilan PTN yaitu IPB, UGM, Unbraw, Unsri, Unair, ITS, Unila, Unpad, dan Undip. Agus memberikan pembekalan bertajuk ‘SDM Berkualitas Demi Indonesia Emas 2050.

Dalam paparan interaktif pagi ini, Agus mengajak mahasiswa untuk memperkuat karakter dengan cara menjaga integritas dan berani bersikap jujur. Terlebih karena tantangan ke depan mahasiswa hari ini berbarengan dengan kesempatan emas Indonesia menikmati bonus demografi, suatu masa ketika jumlah usia produkif lebih banyak dari total populasi suatu Negara. “Seharusnya sudah sejak dini kita sudah persiapkan diri terutama dengan memperbaiki kualitas diri mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kecerdasan yang bukan hanya intelektual tetapi juga sosial. Jikan bonus demografi itu dimulai, kita sudah tahu bagaimana menyikapinya,” kata Agus memulai paparannya.

Agus selanjutnya banyak berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu berpikir ke depan demi kemajuan diri dan bangsa. “Jadilah sosok yang dapat memberikan warna positif, tidak Cuma untuk diri sendiri tapi juga lingkungan sekitar. Banyak hal kecil dan itu baik, kalau dijadikan kebiasaan akan punya banyak manfaat,” katanya. “Kalian mahasiswa juga harus berani dan jujur kepada diri sendiri, bekerja dan belajarlah dengan baik. Biasakan diri untuk mau membantu orang lain dan peka akan kesulitan orang lain. Percayalah, kalau hari ini kita membantu kesulitan orang, besok urusan kita juga akan dipermudah, Ingatlah selalu bahwa selalu ada Allah SWT yang mengawasi kita setiap saat.”

Terkait masalah karakter dan jati diri bangsa, Agus menekankan bahwa dalam konteks kekinian, generasi muda sangat mudah dipengaruhi dengan konten negatif di media sosial oleh paham radikal. “Akan rugi sekali kalau kita sebagai bangsa masih sibuk berdebat soal kebangsaan padahal masih banyak masalah di luar perdebatan itu yang harus kita lakukan. Bukan apa yang negara sudah berikan untuk kita? Tetapi apa yang sudah kita lakukan untuk negara? Seharusnya begitu kita berpikir,” ajak Agus yang kemudian disambut tepuk tangan oleh mahasiswa Kader Surau YBM BRI. “hati-hati jika memposting hal negatif, sekali memposting akun kalian akan tercatat dan jadi pertimbangan perusahaan tempat kalian melamar kerja nanti.”

Dalam penutupnya, Agus mengajak mahasiswa Kader Surau YBM BRI untuk berdiskusi lebih lanjut dan  membuka diri meskipun hanya lewat surat elektronik atau email. “Insya Allah Kader Surau dapat menjadi sosok yang mampu membawa dampak positif dalam mearnai kehidupan berbangsa. Mari kita berdiskusi dan Semoga paparan hari ini dapat bermanfaat,” ujarnya. (IN)

Categories: