Oleh humas2 on June 19, 2017

Jakarta (19/06)—Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono , sore ini memimpin rapat koordinasi (rakor) dalam rangka persiapan People-To-People Exchange Mechanism (PEM) RI-RRT tahun 2017 di Hotel Grand Mercure Jakarta.  Tujuan rakor pada hari ini di antaranya memperoleh update terkini dari masing-masing K/L atas perkembangan pelaksanaan kesepakatan yang ditandatangani pada PEM pertama dan kedua; membahas persiapan kegiatan PEM ke-3 dengan agenda untuk mendorong dimulainya implementasi kesepakatan-kesepakatan yang telah ditandatangani pada PEM sebelumnya; dan menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden RI dengan Presiden RRT di Beijing pada tanggal 14-15 Mei 2017 lalu. 

Di awal pengantarnya, Agus menyampaikan bahwa berdasarkan arahan dari Menko PMK,  pelaksanaan PEM ketiga tahun 2017 ini akan dilakukan pada bulan November di Solo. Untuk itu, Agus meminta setiap K/L membuat progress report atas setiap MoU yang telah ditandatangani pada PEM pertama dan kedua.
"Saya harap setiap K/L agar mengidentifikasi MoU yang telah ditandatangani untuk dibuat laporan kemajuannya atau action plan yang dapat dilaporkan di PEM 3 nanti," jelas Agus. 

Selain itu, Agus juga mengharapkan agar MoU yang telah disepakati dapat mengangkat kepentingan nasional dan tercermin didalam RKP 2018 masing-masing K/L terkait. PEM RI-RRT merupakan salah satu bentuk kerjasama pemerintah Indonesia dengan Pemerintah RRT di bidang riset, teknologi, pendidikan tinggi, dan kebudayaan. Pada PEM pertama yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 27 Mei 2015 lalu, telah ditandatangi sebanyak tujuh MoU antara pemerintah RI dengan pemerintah RRT. Sedangkan pada PEM kedua yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2016 di Guiyang, sebanyak empat kesepakatan baru dan empat kesepakatan tindak lanjut dari PEM pertama ditandatangani pada kesempatan ini. Adapun beberapa kesepakatan hasil PEM pertama dan kedua yang saat ini sedang berjalan yaitu pemberian beasiswa di higher education program, pelaksanaan joint laboratory on biotechnology dibawah koordinasi BPPT, dan Pembangunan Pusat Kebudayaan masing-masing negara. 

Rakor dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Sustainable Development Goals Pasca 2015, Ghafur Akbar Dharma Putra; Staff Ahli Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Haswan Yunaz; Staf Ahli Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno; Staf Ahli Bidang Kependudukan, Sonny Harry Budiutomo Harmadi; dan pegawai lingkup Kemenko PMK lainnya. Hadir pula pejabat perwakilan K/L terkait seperti Kementerian Luar Negeri; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; Kementerian Kesehatan; Badan Ekonomi Kreatif; serta BPPT. (rhm)

Categories: