Oleh humas on October 17, 2019

Foto : 

  • Deputi 5

Jakarta (12/10)  -- Kemenko PMK tak bosan mengajak masyarakat untuk mengunjungi dan melestarikan museum. Pada Puncak Peringatan Hari Museum Indonesia tahun 2019 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, ajakan itu bergema. 

Mewakili Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari menegaskan, museum bukan hanya sebatas sebagai tempat yang menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi museum merupakan jembatan penghubung yang mendekatkan jarak antara masa lalu dengan masa kini lengkap dengan cerita dan peninggalan di dalamnya yang berguna sebagai acuan untuk masa depan. “Oleh sebab itu,kita harus melestarikan museum dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengunjungi museum,” serunya. 

Dijelaskannya, Indonesia memiliki banyak museum. Saat ini, jumlah museum yang tercatat oleh Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah 439 museum. Peran museum bagi Bangsa Indonesia sangat penting, terutama dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Saat ini, terdapat pula Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bertujuan untuk mendukung perbaikan sarana dan prasarana museum. Keberadaan museum mulai dipertimbangkan terlebih dengan lahirnya Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Museum memiliki peranan besar di tengah-tengah masyarakat.  museum juga merupakan ruang publik dalam pemajuan kebudayaan dan tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang,” ucapnya. 

Dalam Puncak Peringatan Hari Museum yang juga melibatkan museum-museum di kawasan Kota Tua Jakarta dimeriahkan pula oleh pameran, penganugerahan museum terbaik, dialog kuratorial, seminar, gerebek museum, mural 3D, 1000 kriya gerabah, olah raga tradisional, lomba, permainan rakyat, penampilan band, dan lain sebagainya. Pada Puncak Peringatan Hari Museum tersebut, Museum Manusia Purba Sangiran, Museum Satwa, Museum Tubuh The Bagong Adventure, Museum Rahmat Syah, dan Museum Benteng Vredeburg dinobatkan sebagai Museum terbaik. Selain itu, Supriyo dan I Wayang Dalem Ari Kalky juga dinobatkan sebagai Pelestari Cagar Budaya, serta Mahmud A. Rahman, Daviq Darmawan, serta I Nengah Anton mendapatkan Anugerah Juru Pelihara.

Sebagai informasi, Hari Museum Indonesia diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Sejak tahun 2015, tanggal 12 Oktober ditetapkan sebagai Hari Museum Indonesia berdasarkan penyelengaraan musyawarah museum se-Indonesia pertama yang digelar pada 12 hingga 14 Oktober 1962 di Yogyakarta.Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah resolusi yang memiliki nilai penting untuk memajukan museum Indonesia. Pendeklarasian Hari Museum Indonesia sendiri dilakukan di Malang tanggal 26 Mei 2015, bertepatan dengan kegiatan tahunan Pertemuan Nasional Museum. Setiap tahunnya, Hari Museum Indonesia dirayakan melalui berbagai kegiatan dan tema yang berbeda. Pada tahun ini, rangkaian Peringatan Hari Museum Indonesia digelar tanggal 7-13 Oktober 2019 dengan tema “Museum Menyatukan Keberagaman”. 

Foto: Dwi Harjanto Muhamad
Reporter: Usman Manor

Kategori: 

Reporter: 

  • Deputi 5

Editor: 

  • Ponco Suharyanto