Oleh humasnew on November 12, 2018

Jakarta (12/11) -- Festival Janadriyah ke 33 akan diselenggarakan pada 1-21 Januari 2019. Untuk kesekiankalinya, Indonesia akan mengikuti festival ini. Karena itu, Kemenko PMK menggelar Rakor Persiapan Pelaksanaan Festival Janadriyah ke 33 di Ruang Rapat Utama Lantai 7 Kemenko PMK, Jakarta. 

Rakor dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono dan didampingi Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida. Rakor digelar untuk menyamakan persepsi atas manfaat dan substansi yang diperlukan dalam keikutsertaan Indonesia pada Festival Janadriyah ke 33. Selain itu untuk mengintervensi berbagai hal yang diperlukan (termasuk aturan) dan ketersediaan dukungan kegiatan dan anggaran pada masing-masing Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait guna memutuskan keikutsertaan Indonesia pada Festival Janadriyah ke 33. Termasuk mewujudkan komitmen bersama K/L terkait dalam mensukseskan keikutsertaan Indonesia pada Festival Janadriyah ke 33 atau selanjutnya. 

Festival Janadriyah sendiri adalah festival terbesar dan bergengsi dalam bidang kebudayaan dan sejarah di kawasan Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1985. Festival ini dirintis 6 negara di jazirah Arab yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam anggota Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council (GCC). 

Adapun manfaat dari keikutsertaan Indonesia dalam festival ini ialah, peningkatan kerjasama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya ; peningkatan citra positif Indonesia di mata publik Internasional khususnya negara-negara anggota GCC. Selain itu, terbukanya peluang pasar yang besar dan media promosi atas produk-produk Indonesia, mengingat jumlah pengunjung pada tahun 2017 sebesar 6.5 juta dan pada tahun 2018 sebanyak 12 juta pengunjung. Termasuk, mendorong implementasi secara optimal atas berbagai kerjasama yang sudah disepakati sebelumnya dan perluasan kerjasama dibidang lainnya, dan lain-lain.

Categories: