Oleh humas on June 06, 2018

Surakarta (05/06)- Semoga program bantuan yang ada terus berlanjut.  Itu harapan yang terucap dari Suhartini, salah satu penerima progam PKH di Kota Surakarta. Keberadaan bantuan sosial ini dirasakan sangat membantu terutama untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.  

Ibu tiga anak ini senantiasa memanfaatkan uang dari PKH untuk membeli segala keperluan sekolah. Uang sebesar Rp 1.890 yang diterimanya pun terasa cukup untuk menopang kebutuhan sekolah  terutama saat kenaikan kelas.

“Alhamdulillah, dengan adanya PKH, saya sangat terbantu terutama untuk kebutuhan sekolah anak,” ujarnya.

Untuk itu, Suhartini berharap keberadaan program PKH akan terus dijalankan pemerintah. Sehingga masyarakat seperti dirinya semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“harapan saya, program ini akan tetap berlanjut sampai kapan pun. Sebab keberadaanya sangat membantu bagi masyarakat seperti saya ini,” harap perempuan asal Banjarsari ini.  

Harapan besar untuk keberlanjutan program-program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan(PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) terucap saat para penerima manfaat bertemu dengan Menko PMK di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (05/06).

Hal senada seperti diungkapkan Etik  Andriani, Guru SLTP 1 Surakarta ini mengaku TGP yang diterimanya sangat membantu dalam memenuhi kebutuhannya. Selama ini yang paling dirasakan dengan adanya TGP dapat membantu menopang kebutuhan sekolah anaknya.

“Bantuan TGP, bagi saya sangat membantu terutama untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak,” ujarnya.

Karenanya, Etik sangat berharap program yang sudah ada terus berlanjut. Di samping itu juga diharapkan pencairannya bisa berbarengan dengan pencairan gaji. 

“Saya berharap dapat terus berlanjut dan kalau bisa pencairannya berbarengan dengan pencairan gaji. Biar lebih enak,” harapnya.

Harapan besar untuk keberlanjutan program-program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan(PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) itu terucap saat para penerima manfaat bertemu dengan Menko PMK, Puan  di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta, Selasa (05/06).

Kehadiran Menko PMK ini dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kota Surakarta dan Kabupaten Boyolali, jawa Tengah. Tujuanya untuk memastikan bahwa semua program bantuan sosial yang diberikan pemerintahan Presiden Jokowi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Lebih Maju

Di Boyolali,  saat menyerahkan beragam bantuan, Menko PMK,  melakukan dialog langsung dengan penerima manfaat program bantuan dari pemerintah. Salah satu peserta yang beruntung yakni Helina Putri. Herlina, siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Banyudono, ini mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan Menko PMK. 

Saat bedialog Menko PMK bertanya apa cita-citanya.  Dengan tegas Herlina menjawab, bercita-cita ingin menjadi guru. Alasannya, karena dirinya melihat pendidikan di Indonesia masih kalah dengan negara lain.

“ Saya ingin menjadi guru, karena saya melihat pendidikan di Indonesia itu  masih rendah dibandingkan dengan negara lain,” ungkapnya.

“Kenapa bisa begitu,”? tanya Menko PMK

Herlina menyatakan kondisi itu disebabkan karena anak Indonesia sanagt terpengaruh oleh gadget sehingga malas belajar, malas sekolah. Meski demikian, penggemar puisi Chairil Anwar dan WS Rendra ini yakin kalau Indonesia akan maju. 

Selain itu, dirinya yakin ke depan akan makin banyak  pemimpin-pemimpin perempuan yang hebat. Sebab perempuan itu bukan hanya mahluk yang lemah tapi juga punya jiwa yang kuat. Contohnya ibu Megawati Soekarno Putri yang bisa menjadi pemimpin hingga presiden Indonesia. Di akhir dialog  Menko PMK meminta  Herlina untuk membacakan puisi dan mendapatkan hadiah sebuah gitar dengan tanda tangan langsung dari Menko PMK.