Oleh humasnew on May 15, 2018

 

Jakarta (15/05) -- Asisten Deputi (Asdep) Bidang Kompensasi Sosial Kemenko PMK, Herbin Manihuruk memimpin rapat koordinasi teknis (Rakornis) terkait dengan Persiapan Perluasan Bantuan Pangan Non Tunai tahap II Mei 2018. Rakornis dilaksanakan di Hotel Haris Vertu, Jakarta dan di hadiri oleh perwakilan Kemensos, Kemendagri, Kantor KSP, BI, OJK, TNP2K, serta Himbara.

Menurut Herbin, transformasi Bansos  Rastra menjadi BPNT pada tahun 2018, dilakukan secara bertahap ke seluruh Kota dan beberapa Kabupaten di Indonesia. Transformasi ini akan membangun kebiasaan masyarakat untuk menabung, mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif dan dari masyarakat bertransaksi tunai menjadi cashless society. Selain itu, penyaluran bantuan melalui bank juga memberi kemudahan untuk mengontrol dan memantau penyalurannya serta dapat mengurangi penyimpangan.

"Subsidi Rastra masih diberikan kepada 15,5 juta KPM berubah menjadi 14, 3 juta KPM. Sebanyak 1,2 juta bertransformasi menjadi BPNT. Bansos Rastra diberikan dalam bentuk beras berkualitas medium sejumlah 10 KG per KPM per bulam dengan tanpa adanya biaya tebus.  Pada akhir Februari 2018 sebagian besar KPM telah menerima Bansos Rastra untuk alokasi Januari –Februari.  Sedangkan untuk BPNT diberikan Rp 110 ribu per KPM per bulan yang tidak bisa diambil tunai dan hanya dapat ditukarkan dengan beras atau telur atau mixed," terang Herbin.

Herbin mengatakan, bahwa penyaluran perluasan BPNT tahap 1 dilaksanakan pada April 2018 berjalan dengan baik sedangkan untuk tahap 2 akan dilaksanakan pada Mei 2018 dengan menambah 34 Kabupaten/Kota dan ada 5 Kabupaten/Kota menyatakan belum siap dan meminta penundaan. "Untuk itu harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, seperti penambahan agen e-Warong" terangnya.