Oleh humas2 on September 28, 2017

Luwuk, Sulteng (27/09)-- Melemahnya wawasan kebangsaan dan karakter bangsa menjadi faktor utama munculnya berbagai masalah bangsa saat ini. Semakin melemahnya wawasan kebangsaan (Wasbang) dan karakter bangsa (Karbang) yang terjadi disebabkan karena mulai menjauhnya masyarakat dengan nilai-nilai Pancasila. Untuk itu sangat penting membumikan kembali Wasbang dan Karbang melalui gerakan Revolusi Mental (Revmen).

“Masalah kebangsaan yang timbul saat ini masih kerap terjadi baik di dimensi ekonomi, sosial politik maupun sosial budaya. Jadi penting untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila untuk memperkuat Wasbang dan Karbang melalui gerakan Revolusi Mental,“ ujar Asisten Deputi Konflik Sosial Kemenko PMK, Ponco Respati Nugroho, saat memberikan materi pada acara Pembekalan Pendamping Desa Keserasian Sosial di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, Rabu pagi.

Terkait dengan Revolusi Mental dalam konflik sosial, tambah Ponco, diwujudkan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, merubah sikap dan cara kerja stakeholders, serta meningkatkan peran Pelopor Perdamaian. 

“Jika hal itu tercapai maka kita akan lebih siap menghadapi ancaman konflik dalam kemajemukan sosial yang dinamis,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Ponco menegaskan bahwa dalam pananganan konflik sosial dapat dilakukan sejak upaya pencegahan melalui pembangunan perdamaian dan kearifan lokal. Sedangkan saat penanganan konflik yang terjadi lebih mengedepankan peran pranata sosial/ adat. Di sisi lain, guna mencegah terjadinya konflik sosial dibutuhkan keserasian sosial agar tercipta kehidupan sosial yang serasi dan harmonis. Keberadaan Tenaga Pelopor Perdamaian yang terlatih di bidang perdamaian sosial atau penanganan konflik sosial. 

Kegiatan Pembekalan Pendamping Desa Keserasian Sosial ini diikuti peserta perwakilan dari desa sewilayah kabupaten Banggai. Acara secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbang Dan Politik, Alfian Djibran. (yan)